KN-TIMIKA, Dukungan moral terhadap upaya menciptakan stabilitas keamanan di Tanah Papua terus mengalir. Kali ini, tokoh akademisi terkemuka di Timika, Mapuay Menasye Theo Afasedanja, menyatakan sikap mendukung penuh langkah Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menegakkan hukum dan menjaga kondusivitas wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (22/2/2026), menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan dunia pendidikan demi masa depan Papua yang lebih cerah.
Keamanan Sebagai Fondasi Pendidikan
Menurut Theo, stabilitas keamanan bukan sekadar isu penegakan hukum, melainkan prasyarat mutlak bagi keberlangsungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Ruang Tumbuh Generasi Muda:
“Keamanan yang terjaga akan membuka ruang bagi generasi muda Papua untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Pendekatan Humanis: Ia mengapresiasi Satgas yang tetap mengedepankan profesionalisme dan pendekatan humanis di lapangan.
Kearifan Lokal: Langkah dialogis dan penghormatan terhadap nilai adat serta budaya setempat dinilai sebagai kunci keberhasilan operasi ini.
Lawan Hoaks dan Provokasi Digital
Di tengah derasnya arus komunikasi digital, Theo menyoroti pentingnya literasi informasi. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terjebak oleh isu-isu yang sengaja diembuskan untuk memecah belah persatuan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Mari kita perkuat persaudaraan dan menjaga Papua sebagai rumah bersama,” tambahnya.
Tanggung Jawab Kolektif
Akademisi ini menegaskan bahwa menjaga kedamaian di Papua bukanlah tugas tunggal aparat keamanan, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor perguruan tinggi.
Theo berharap Operasi Damai Cartenz terus berjalan secara transparan dan berintegritas. Ia menutup pernyataannya dengan pesan persatuan: “Papua aman, Papua damai, Papua milik kita bersama.”








