KN-ACEH TENGAH, Satuan Tugas (Satgas) Kodim 0106/Aceh Tengah terus memacu pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Hingga pertengahan Februari 2026, proyek strategis yang menjadi tumpuan mobilitas warga pedalaman ini dilaporkan telah mencapai progres 48,5 persen.
Jembatan sepanjang 100 meter ini dirancang untuk menghubungkan Desa Owaq dengan lima desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat, yaitu Desa Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, dan Reje Payung. Infrastruktur ini diharapkan menjadi jawaban permanen atas sulitnya akses transportasi yang selama ini membelenggu warga setempat.
Perkembangan Teknis Konstruksi
Secara teknis, sejumlah tahapan konstruksi telah menunjukkan perkembangan signifikan. Empat titik abutmen—1A, 1B, 2A, dan 2B—telah selesai dicor sebagai pondasi utama penopang jembatan. Tiang tower (pilon) titik (1) juga telah dicat, sementara tower kanan dan kiri telah berdiri kokoh dan kini memasuki tahap pemasangan glogor UNP 100 antar pilon.
Selain itu, pekerjaan difokuskan pada pembentangan seling bawah sebagai bagian penting dari struktur utama jembatan. Pada hari ini, personel TNI bersama teknisi melaksanakan pengepresan seling bawah, pendirian pilon kiri titik (2), pemlesteran beton angkur titik (2), serta pengelasan dan penguncian seling menggunakan klem khusus untuk memastikan kekuatan dan stabilitas konstruksi.
Sinergi Lintas Satuan TNI
Percepatan pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara berbagai satuan TNI di bawah komando Kodim 0106/Aceh Tengah, yang meliputi:
- Koramil 05/Linge: 3 personel dipimpin Lettu Inf Muklis.
- Yon TP 854/DK: 30 personel dipimpin Letda Inf Iko Andika Mayanda.
- Kompi B Yonif 114/SM: 4 personel dipimpin Serda Nurdin.
- Puziad: 2 personel ahli dipimpin Pelda Joko S.
Meskipun menghadapi tantangan medan dan keterbatasan alat—seperti kebutuhan akan alat impact untuk penguncian seling yang lebih maksimal—para personel tetap optimis menjaga standar keselamatan kerja.
”Pekerjaan kita kebut setiap hari. Ini akses vital bagi masyarakat, jadi kita upayakan selesai tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas serta keamanan konstruksi,” tegas Lettu Inf Muklis.
Harapan Baru Bagi Ekonomi Warga
Kehadiran jembatan ini sudah sangat dinantikan oleh warga. Iskandar (38), salah satu warga Desa Jamat, menceritakan betapa sulitnya warga selama ini, terutama saat musim penghujan.
”Kalau jembatan ini selesai, tentu sangat membantu anak sekolah, petani, dan pedagang. Kami merasa diperhatikan,” ungkapnya.
Jika rampung sesuai target pada akhir Februari 2026, Jembatan Gantung Kalaili tidak hanya akan memangkas waktu tempuh antar-desa, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi di Kecamatan Linge. Proyek ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur di daerah terpencil dan tertinggal.









