KN-JAKARTA, Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/02/2026).
Massa yang berjumlah sekitar 50 orang tersebut datang di bawah pimpinan penanggung jawab aksi, Suharno, untuk menyuarakan tuntutan terkait penegakan hukum di wilayah mereka.
Tuntut Penuntasan Kasus OTT
Fokus utama dalam aksi ini adalah desakan kepada lembaga antirasuah untuk mengusut tuntas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang diduga melibatkan saudara Sadewo, ST. MT. Pengunjuk rasa meminta KPK tidak tebang pilih dalam menangani perkara tersebut.
Dalam orasinya, perwakilan massa menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap dampak korupsi yang kian merajalela.
”Jangan sampai korupsi ini merajalela dan membuat rakyat menderita. Kami tegaskan bahwa setiap warga negara yang dengan sengaja menggelapkan atau melakukan korupsi untuk kepentingan pribadi, maka KPK harus turun tangan untuk memeriksa,” ujar salah satu orator di atas mobil komando.
Harapan Terhadap KPK
Selain menuntut proses hukum terhadap individu tertentu, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu juga memberikan dukungan moral kepada KPK untuk tetap konsisten dalam memberantas praktik rasuah di Indonesia. Mereka berharap langkah tegas KPK dapat memberikan efek jera bagi para pelaku yang “memakan” uang rakyat.
Aksi yang berlangsung di kawasan Setiabudi ini berjalan dengan penyampaian aspirasi yang terbuka, sebelum akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak internal KPK terkait tuntutan massa tersebut.







