KN-BANDA ACEH, Memasuki hari pertama bulan suci Ramadhan 1447 H, Lembaga Pendidikan dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh melakukan langkah strategis untuk memperluas jejaring kebaikan. Pendiri sekaligus Pembina RUMAN Aceh, Ahmad Arif, menyambangi Wakil Dekan Fakulti Pembangunan Manusia Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Associate Prof. Dr. Abdul Halim Masnan, Kamis (19/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung khidmat di Banda Aceh ini menjadi penutup rangkaian kunjungan Prof. Halim di Serambi Mekkah, setelah sebelumnya melakukan berbagai kegiatan di Banda Aceh hingga meninjau daerah terdampak bencana di Kabupaten Pidie.
“Ngalap Barakah” dan Konsultasi Pedagogi
Ahmad Arif mengungkapkan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menimba ilmu dan nasihat dari Prof. Halim, yang merupakan pakar di bidang Pedagogi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta administrasi prasekolah.
“Sebelum beliau kembali ke Malaysia, kami ingin ‘ngalap barakah’ dan meminta nasihat untuk perjalanan khidmah RUMAN Aceh ke depan. Beliau adalah guru besar yang ahli dalam bidang keluarga, anak, hingga pendidikan alam,” ujar Arif.
Dalam kesempatan tersebut, Arif memaparkan perjalanan RUMAN Aceh yang akan genap berusia 13 tahun pada April mendatang. Ia menekankan bahwa RUMAN tetap teguh pada tiga prinsip utama: murni sosial kebajikan, independen (untuk semua golongan), dan tanpa biaya (hana fee).
Apresiasi dan Pesan Menjaga Kepercayaan
Menanggapi paparan tersebut, Associate Prof. Dr. Abdul Halim Masnan memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi RUMAN Aceh dalam dunia pendidikan sosial. Sebagai akademisi yang membidangi Kemahasiswaan dan Alumni di UPSI, ia menekankan pentingnya menjaga integritas.
“Benda-benda baik seperti ini harus senantiasa mampu menjaga komitmen awal dan mengelola trust (kepercayaan) yang telah diberikan publik luas. Komunikasi yang positif dan persuasif menjadi ujung tombak dalam interaksi,” pesan Prof. Halim.
Beliau juga mengingatkan bahwa dalam mengelola donasi publik, kepatutan sosial merupakan benteng terakhir yang harus dijaga oleh para pegiat kebajikan. Prof. Halim bahkan mengisyaratkan adanya rencana agenda kolaborasi di masa depan antara institusinya dengan RUMAN Aceh.
Pertukaran Cinderamata
Pertemuan penuh keakraban yang berawal dari komunikasi di media sosial ini ditutup dengan pertukaran kenang-kenangan. Ahmad Arif menyerahkan buku yang merekam jejak lima tahun pertama perjalanan RUMAN Aceh, sementara Prof. Halim memberikan cinderamata khas dari departemennya di UPSI Malaysia.
Silaturahmi lintas negara ini diharapkan menjadi pembuka pintu keberkahan bagi peningkatan kualitas pendidikan sosial yang dikelola oleh RUMAN Aceh di masa mendatang.








