DINO ARDIANSYAH : PEMERINTAH KURANG TRANSPARAN, RUU OMNIBUS LAW MENDAPAT PENOLAKAN

Foto: Aksi 100 hari pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin

Stramed-Jakarta, Sejauh ini cukup masif penolakan terhadap RUU Omnibuslaw dikarenakan kurangnya transparansi dari pemerintah kepada masyarakat, waktu 100 hari yang dianggap terlalu tergesa-gesa yang mengkhawatirkan produk dihasilkan menjadi tidak komprehensif padahal UU yang sudah dibuat saja bisa memakan waktu bertahun-tahun udah dirapungkan, terindikasi akan ada kepentingan gelap yang diakomodir, karena dalam tim penyusunannya mayoritas melibatkan pengusaha/pebisnis yang mengkhawatirkan akan minim akomodir hak-hak pekerja, dan menjadi pertanyaan yang besar apakah cara omnibuslaw ini akan cocok diterapkan di negara kita yang civil law?

Demikian dikemukakan Dinno Ardiansyah kepada Redaksi belum lama ini seraya menambahkan, sejauh ini menolak karena minimnya dialog dari negara serta tidak transparansi dalam penyusuannya.

Menurut Presma Universitas Triskati, konsolidasi sudah berjalan secara paralel antara lintas elemen masyarakat. Kalau aksi saya rasa setiap elemen sudah memantik masing-masing cara, cuma tidak menutup kemungkinan akan ada aksi yang masif dan melebur kembali menjadi satu bara perjuangan yang sama dalam wadah aksi ini “Komunikasi hidup, konsolidasi berjalan antara BEM SI dengan BEM Nusantara ya jadi tidak nutup kemungkinan kita akan melebur menjadi satu kembali untuk bergerak bersama-sama. Dan dari bem nusantara bersama beberapa aliansi mahasiswa sudah memulai memantik hal itu di evaluasi 100 hari kinerja Jokowi-Ma’ruf Amin,” ujar aktifis BEM Nusantara ini.

Dino yang tercatat sebagai mahasiswa Trisakti sejak 2015 ini, BEM Nusantara akan melakukan kontrol terhadap pemerintah, salah satunya kita telah melakukan aksi tanggal 29 Januari 2020 dengan aksi #100HariEvaluasiAtauDiskualifikasi, dan tentunya kita akan terus melakukan kajian-kajian sebelum melakukan aksi (Red).

Related Posts

Gerakan Rakyat: Misi Dekonstruksi dan Rekonstruksi Indonesia Oleh: Yusuf Blegur

KN. Rakernas I Gerakan Rakyat tidak hanya sekedar berupaya melakukan konsolidasi dan internalisasi organisasi bertendensi politik kekuasaan. Lebih penting dan mendesak dari itu adalah menemukan kembali ketuhanan dan kemanusiaan, yang…

Buruh: Lanjutkan Perjuangan UMP DKI dan UMSK Jawa Barat, Lebih dari 10 Ribu Pada Tanggal 19 Januari 2026 Deklarasikan Manifesto Perjuangan Tolak Upah Murah, Sahkan RUU Ketenagakerjaan, dan Tolak Pilkada Melalui DPRD

KN. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *