Dugaan Skandal Impor 105 Ribu Mobil, Massa KAPAK Geruduk Gedung Merah Putih KPK

KN-JAKARTA, Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sasaran aksi unjuk rasa oleh Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) pada Senin (6/4/2026). Massa mendesak pengusutan tuntas atas proyek pengadaan impor 105.000 unit mobil pikap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara yang dinilai sebagai “skandal besar”.

​Aksi yang dipimpin oleh Muhammad Adib ini diwarnai dengan pembakaran ban, baliho, serta pelemparan kantong berisi air berwarna merah ke arah gedung KPK. Sejumlah demonstran bahkan mencoba memanjat pintu gerbang lembaga antirasuah tersebut sebagai bentuk protes atas minimnya transparansi proyek tersebut.

​Tuntut Pemeriksaan Direktur Utama

​Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa pengadaan mobil impor dari India tersebut sangat mencurigakan. Ia mendesak KPK untuk segera memanggil dan memeriksa Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota.

​”Ini adalah salah satu skandal besar, mega proyek yang kami duga ada gurita besar di dalamnya. Kami tidak takut meski ada ancaman, saya siap mati jihad demi membongkar ini,” pengunjuk rasa

​7 Tuntutan Utama KAPAK:

​Massa membawa tujuh tuntutan inti yang ditujukan kepada pemerintah, DPR, dan lembaga penegak hukum:

  1. ​Periksa Dirut PT Agrinas terkait penyelidikan dan penyidikan proyek tersebut.
  2. ​Audit Investigatif BPK secara menyeluruh terhadap keuangan proyek.
  3. ​Moratorium Proyek atau penghentian sementara hingga audit selesai.
  4. ​Pemeriksaan Tanpa Tebang Pilih terhadap seluruh pihak terkait.
  5. ​Evaluasi Kebijakan Impor yang dinilai mengabaikan industri otomotif nasional dan prinsip TKDN.
  6. ​Keterbukaan Dokumen Publik termasuk kontrak, studi kelayakan, dan mekanisme vendor.
  7. ​Penetapan Tersangka segera jika ditemukan bukti permulaan yang cukup.

​Soroti Potensi Kerugian Negara

​KAPAK menilai rencana impor massal ini sangat aneh karena dilakukan di tengah kesulitan ekonomi rakyat dan mengabaikan industri dalam negeri. Mereka juga menyoroti adanya informasi pembayaran uang muka dalam jumlah besar tanpa jaminan yang kuat (seperti bank guarantee), yang berisiko menimbulkan kerugian negara yang masif.

​”Mengapa harus impor dari India? Di mana keberpihakan pada industri nasional? Kami mendesak DPR segera membentuk Pansus Mobil Agrinas untuk membongkar proyek gelap ini,” tegas rilis resmi KAPAK.

​

Related Posts

Buruh Menuntut Kenaikan Upah Minimum 7,5 hingga 9,5 Persen yang Diputuskan 1 November 2026 dan Revisi Permenaker No 07 Tahun 2026 tentang Pekerja Alih Daya Sesuai Undang-Undang yang Baru. Aksi di Nerbagai Daerah akan Digelar oleh KSPI

KN-JAKARTA, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh menyoroti tiga persoalan utama dalam konferensi pers, Selasa (13/10/2026): kenaikan upah minimum 2027 sebesar 7,5–9,5 persen, pelaksanaan pembatasan pekerja alih daya…

Sepekan Pasca-Sidak Presiden Prabowo, Nelayan Teluk Kelabat Dalam Gugat Menteri ESDM ke PTUN Jakarta

KN-JAKARTA — Koalisi masyarakat sipil bersama para nelayan yang tergabung dalam Perkumpulan Forum Nelayan Pecinta Teluk Kelabat Dalam mendatangi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada Senin (12/10/2026). Langkah hukum…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *