KN-JAKARTA — Dua rilis survei nasional terbaru memperlihatkan potret komitmen pertahanan negara sekaligus dinamika apresiasi publik terhadap jalannya pemerintahan. Hasil riset dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) merekam tingginya sikap patriotisme masyarakat, sementara temuan Poltracking Indonesia mencatat tingginya kepuasan publik yang ditopang oleh program prioritas pemerintah.
Survei LSI: 74,9 Persen Warga Bersedia Maju Perang Demi NKRI
Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil kajian bertajuk “Evaluasi dan Komitmen Publik Terhadap Pancasila”. Paparan survei ini disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.
Dalam survei tersebut, responden diberi pertanyaan mengenai tingkat kesediaan mereka untuk ikut bertempur membela Indonesia apabila terjadi situasi perang melawan negara lain. Hasilnya memperlihatkan mayoritas warga memiliki komitmen bela negara yang tinggi:
Sangat Bersedia: 26,4 persen
Bersedia: 48,5 persen
Jika akumulasikan, sebanyak 74,9 persen responden secara tegas menyatakan kesiapannya untuk ambil bagian dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Survei Poltracking: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Penopang Utama Kepuasan Publik
Di sisi lain, temuan survei Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor penggerak utama (primary driver) di balik tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menjelaskan bahwa persepsi positif terhadap MBG memberikan kontribusi terbesar dibandingkan variabel kinerja lainnya.
“Alasan publik puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, 23 persen itu didukung oleh kepuasan terhadap MBG,” kata Masduri Amrawi saat pemaparan rilis survei.
Berdasarkan data Poltracking, tiga alasan teratas yang membuat publik merasa puas terhadap kinerja pemerintah meliputi:
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): 23,0 persen
Penyaluran Bantuan yang Tepat Sasaran: 13,8 persen
Gaya Kepemimpinan Tegas dan Berwibawa: 10,2 persen
Temuan dari kedua lembaga survei ini mengindikasikan dua hal krusial: solidnya semangat nasionalisme publik di bidang pertahanan, serta pentingnya keberlanjutan program kesejahteraan sosial dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan nasional.
Foto: Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, Ph.D, dok. LSI








