Kawal SPMB Berintegritas, KPK Gelar Diskusi Bersama Kemendikdasmen dan Praktisi Pendidikan

KN-JAKARTA,– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar forum diskusi bertajuk Bincang di KPK “Teras Pendidikan” dengan mengangkat tema “SPMB Berintegritas” pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang dimoderatori oleh Ramah Handoko ini menghadirkan berbagai narasumber lintas sektor guna mengupas tuntas tantangan, regulasi, serta upaya pencegahan kecurangan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Hadir sebagai pembicara utama dalam giat tersebut yakni Direktur SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Yuli Hartanto, SE, M.Si; Kasatgas Kedeputian Bidang Supervisi Pencegahan KPK Dwi Aprillia Linda Astuti; Kepala Sekolah SMAN 1 Bandar Lampung Drs. Soeharto, M.Pd; serta perwakilan orang tua murid, Vidyan Fauziah Ardi.

Komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerataan Mutu Sekolah
​Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Hartanto, memaparkan bahwa persiapan pelaksanaan SPMB tahun ini telah berjalan matang sejak tahap perencanaan. Mulai dari penetapan wilayah, penentuan jumlah rombongan belajar (rombel) per kelas, hingga analisis daya tampung berdasarkan sebaran calon peserta didik dan satuan pendidikan yang ada.

“Saat ini kita memasuki proses tahap awal pelaksanaan di mana SPMB sudah disosialisasikan dan pendaftaran mulai berjalan. Kami juga aktif melakukan pengawasan bersama rekan-rekan di UPT (Unit Pelaksana Teknis) serta Dinas Pendidikan di tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota,” ujar Yuli.

Lebih lanjut, Yuli menegaskan pentingnya pengawalan pasca-pelaksanaan untuk mengantisipasi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri. “Anak-anak yang tidak tertampung akan disalurkan ke sekolah terdekat atau sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Komitmen kami adalah menjaga integritas demi melindungi hak pendidikan anak,” tambahnya.

Kemendikdasmen juga terus mendorong gerakan sistem penjaminan mutu internal dan digitalisasi, seperti pengadaan Interactive Flat Panel (IFP) di setiap satuan pendidikan serta revitalisasi bangunan sekolah rusak, agar kualitas seluruh sekolah setara dan masyarakat tidak lagi khawatir terkait pemetaan sekolah favorit.

KPK Soroti “Tiga Bersaudara” Tindak Pidana Korupsi di SPMB
​Dari kacamata penegakan hukum dan pencegahan, Kasatgas Kedeputian Bidang Supervisi Pencegahan KPK, Dwi Aprillia Linda Astuti, menyoroti dinamika lapangan yang kerap memicu penyesuaian regulasi. KPK secara khusus mewaspadai munculnya fenomena tipologi korupsi yang diistilahkan sebagai “tiga bersaudara”, yaitu penyuapan, pemerasan, dan gratifikasi dalam pelayanan publik, termasuk SPMB.

“Pemerasan terjadi karena pemaksaan dari oknum akibat tidak terpenuhinya syarat. Penyuapan muncul ketika ada kebutuhan dari orang tua agar anaknya dipaksakan masuk.

Sementara gratifikasi terjadi saat proses berjalan sesuai prosedur, namun di akhir ada pemberian uang terima kasih. Tiga hal inilah yang harus kita cegah bersama,” tegas Dwi Aprillia.

Ia menambahkan, ketimpangan antara tingginya ekspektasi masyarakat (demand) dengan keterbatasan kuota daya tampung sekolah tertentu (supply) seringkali dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mengambil kesempatan.

Praktik Baik dan Pentingnya Kejujuran Sejak Dini
​Pengalaman nyata mengenai pentingnya memegang teguh integritas dibagikan oleh Vidyan Fauziah Ardi, seorang ibu rumah tangga yang berhasil mengantarkan anaknya masuk SMA negeri melalui jalur yang jujur. Meski sempat ragu karena kendala jarak zonasi dan persepsi sekolah favorit, Vidyan memilih untuk mempelajari Petunjuk Teknis (Juknis) secara cermat.

Buku Tulis Sinar Dunia Klik Disini

“Alhamdulillah, kami menemukan peluang di poin afirmasi melalui jalur CIBI (Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa) menggunakan hasil tes IQ dan sertifikat non-akademik. Yang terpenting, anak saya juga mendukung penuh untuk tetap berada di jalur yang jujur dan mewanti-wanti agar jangan sampai menggunakan cara-cara yang tidak benar,” ungkap Vidyan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SMAN 1 Bandar Lampung, Drs. Soeharto, M.Pd, mengamini bahwa komitmen terhadap aturan normatif membuahkan hasil positif pada SPMB tahun ajaran 2026/2027. SMAN 1 Bandar Lampung menjadikan integritas sebagai tagline utama guna meredam upaya-upaya manipulatif dari oknum masyarakat.

“Sosialisasi yang masif dan terus-menerus memberikan pemahaman bahwa SPMB dirancang untuk merangkul setiap anak. Namun, tantangan terbesar memang muncul pasca-pengumuman administrasi, di mana tekanan dari orang tua sangat luar biasa. Bahkan, terkadang kami harus membatasi komunikasi atau ‘ganti nomor’ untuk mencegah perdebatan yang tidak positif dan menjaga proses tetap akuntabel,” pungkas Soeharto.

Melalui forum ini, seluruh elemen sepakat bahwa keberhasilan SPMB yang bersih dan berkeadilan membutuhkan sinergi kuat antara regulasi pemerintah yang transparan, pengawasan ketat dari aparat penegak hukum, ketegasan pihak sekolah, serta komitmen moral dari orang tua murid.

Related Posts

Korupsi Dana PI 10 Persen PT LEB, M. Hermawan Eriadi Divonis 7 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp2,6 Miliar

KN-BANDAR LAMPUNG,  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara kepada M. Hermawan Eriadi, terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Participating Interest (PI) 10 persen di PT…

Tokoh Masyarakat Aceh, Suryadi Djamil: Bhayangkara Fest 2026 Jadi Ajang Kebersamaan Polri dan Masyarakat

KN-BANDA ACEH – Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil yang akrab disapa Om Sur, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan gelaran Bhayangkara Fest 2026. Festival dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *