KN-BANDA ACEH, Meningkatnya populasi anjing liar di sejumlah pemukiman warga di Kota Banda Aceh mulai menimbulkan keresahan. Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mendesak Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) untuk segera mengambil langkah nyata demi menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Laporan Warga di Berbagai Gampong
Peningkatan aktivitas anjing liar ini terkonfirmasi dari banyaknya keluhan masyarakat di beberapa wilayah, antara lain, Gampong Lamgugob, Gampong Pineung, Gampong Mulia.
Dan sejumlah gampong lainnya di wilayah Kota Banda Aceh.
Laporan yang masuk menyebutkan bahwa kawanan anjing liar tersebut mulai masuk ke area privat, seperti halaman rumah dan tempat ibadah. Selain mengganggu ketenangan, hewan-hewan ini juga dilaporkan merusak barang milik warga, mulai dari alas kaki hingga peralatan rumah tangga, serta mengacak-ngacak tumpukan sampah sebelum diangkut petugas.
Desakan Penertiban dan Ancaman Rabies
Tuanku Muhammad, yang akrab disapa Tumad, meminta DP2KP tidak tinggal diam dan segera melakukan koordinasi lintas sektor untuk menertibkan kawanan tersebut.
”Saya harap DP2KP Kota Banda Aceh segera menertibkan kawanan anjing liar ini. Jangan sampai timbul korban akibat gigitan hingga mengalami rabies. Perlu ada operasi tangkap, sterilisasi, vaksinasi, atau relokasi untuk menjaga ketertiban umum,” tegas Tumad.
Gangguan di Bulan Ramadan
Kekhawatiran semakin memuncak mengingat saat ini masyarakat sedang menjalani ibadah di bulan Ramadan. Dengan tingginya aktivitas warga hingga larut malam—baik untuk salat tarawih maupun kegiatan ibadah lainnya—kehadiran anjing liar dianggap sebagai ancaman keamanan.
”Tentu dengan berkeliarannya banyak anjing liar, suasana Ramadan yang seharusnya aman dan tenteram menjadi terganggu. Kita tidak ingin ada warga yang dikejar anjing saat hendak pergi atau pulang beribadah,” pungkasnya.
Foto: Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad. Sumber foto: Pos Aceh/ROJA








