KEBAKARAN GEDUNG TERRA DRONE BUKTI KEGAGALAN SISTEM K3 DI PERKANTORAN, NEGARA HARUS BERTINDAK CEPAT!!

KN. Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI), Mirah Sumirat, SE menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menewaskan lebih dari 20 orang pekerja dan melukai puluhan lainnya.

Mirah menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar musibah biasa, tetapi indikasi nyata gagalnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di gedung perkantoran Jakarta serta lemahnya pengawasan pemerintah.

“Tragedi ini adalah alarm keras bagi pemerintah dan seluruh pemilik gedung. K3 bukan formalitas—ini soal nyawa manusia. Kebakaran yang merenggut lebih dari 20 pekerja adalah bukti kelalaian sistemik.”Demikian disampaikan Mirah Sumirat dalam keterangan Press tertulisnya pada media.

ASPIRASI telah berulang kali menerima
laporan bahwa banyak gedung perkantoran di Jakarta, termasuk yang berlantai tinggi dan berisiko, tidak memiliki standar K3 yang memadai, antara lain:
• Jalur evakuasi tidak optimal
• Alat pemadam tidak berfungsi
• Sistem alarm kebakaran tidak standar
• Tidak ada pelatihan evakuasi rutin
• Penyimpanan bahan berbahaya yang tidak sesuai prosedur


Kebakaran Gedung Terra Drone memperkuat dugaan bahwa kurangnya pengawasan dan audit keselamatan telah membahayakan jutaan pekerja di ibu kota.

ASPIRASI mendesak pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta untuk:

1. Melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh gedung perkantoran, terutama yang menyimpan bahan berisiko tinggi seperti baterai litium dan perangkat elektronik.

2. Menindak tegas pemilik gedung yang terbukti lalai atau tidak memenuhi standar K3.

3. Merevisi dan memperketat regulasi K3, termasuk kewajiban pelatihan evakuasi bagi seluruh pekerja.

4. Meningkatkan kapasitas pengawasan melalui inspeksi rutin, bukan hanya setelah terjadi bencana.

Mira menegaskan bahwa Negara wajib hadir. Jangan biarkan tragedi ini menjadi statistik berikutnya. Setiap gedung yang mempekerjakan manusia wajib memenuhi standar keselamatan tanpa kompromi.

ASPIRASI meminta seluruh manajemen gedung dan perusahaan untuk segera:
• Melakukan pemeriksaan internal fasilitas K3
• Memastikan jalur evakuasi siap digunakan
• Menempatkan petugas K3 bersertifikat
• Memberikan pelatihan rutin untuk pekerja

Kembali lagi ASPIRASI menyampaikan rasa belasungkawa kepada seluruh keluarga korban serta menegaskan komitmen organisasi untuk terus memperjuangkan hak-hak atas keselamatan dan kesehatan kerja bagi seluruh pekerja Indonesia.

“Tidak boleh ada satu pun pekerja yang pulang tinggal nama hanya karena kelalaian pihak pengelola gedung. Ini harus dihentikan.” Pungkas Mirah Menutup keterangan pressnya.

  • Related Posts

    Klaim BPJS Rp15 Miliar Ditolak, GeRMAS Desak Bupati Copot Direktur RSUD Yuliddin Away

    KN-TAPAKTUAN – Gerakan Pemuda Masyarakat Aceh Selatan (GeRMAS) menggelar aksi unjuk rasa guna menyuarakan keresahan terkait carut-marutnya manajemen RSUD dr. H. Yuliddin Away (RSUYA) Tapaktuan. Dalam aksi tersebut, massa membawa…

    Peringatan Hari K3 Sedunia dan Menjelang May Day 2026: Hentikan Bahaya Asbes, Perkuat Perlindungan Pekerja

    KN-JAKARTA, Momentum Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia yang diperingati setiap 28 April kembali menjadi pengingat keras bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bukan sekadar slogan, melainkan hak dasar setiap…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *