Mata Uang Terlemah di Dunia

Nilai mata uang terlemah di dunia mencerminkan persoalan ekonomi yang mendalam, mulai dari krisis politik, inflasi tinggi, hingga beban utang luar negeri.

1. Rial Iran (IRR)

Saat ini satu rial Iran bernilai US$ 0,000001, yang berarti US$1 dapat membeli 1.315.000 rial Iran. Rial Iran pertama kali diperkenalkan pada akhir 1700-an. Nilai mata uang ini kurang lebih bertahan di kisaran nilai tukarnya terhadap dolar selama beberapa tahun terakhir.

Iran terletak di Teluk Persia di antara Irak dan Afghanistan. Negara ini merupakan salah satu eksportir utama minyak dan gas alam dunia, namun sanksi ekonomi telah menekan nilai mata uangnya. Nilai IRR turun tajam setelah konflik terbaru antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

2. Pound Libanon (LBP)

Satu pound Libanon setara dengan US$ 0,000011. Dengan kata lain, US$ 1 bernilai 89.432,68 pound Libanon. Libanon berbatasan dengan Laut Mediterania, serta Israel dan Suriah di Timur Tengah. Perekonomian negara ini berbasis jasa dan juga mengekspor batu mulia, logam, produk kimia, serta makanan dan minuman.

Pound Libanon telah berada di bawah tekanan terhadap dolar AS selama beberapa tahun akibat ekonomi yang terpuruk, inflasi tinggi dan pengangguran, krisis perbankan, serta gejolak politik.

3. Dong Vietnam (VND)

Dong Vietnam berada di posisi ketiga dalam daftar ini, dengan satu unit mata uang setara $0,000038. Artinya, $1 dapat membeli 26.319,32 dong Vietnam. Vietnam berbatasan dengan Laut Cina Selatan serta bertetangga dengan China, Laos, dan Kamboja. Sektor jasa menyumbang porsi terbesar terhadap PDB negara ini, diikuti oleh industri seperti elektronik, energi, dan tekstil.

Nilai mata uang Vietnam tertekan oleh pembatasan ekspor luar negeri dan perlambatan ekspor baru-baru ini, ditambah periode suku bunga tinggi yang berkepanjangan di AS.

4. Kip Laos (LAK)

Kip Laos diperkenalkan pada 1950-an dan menjadi mata uang terlemah keempat, dengan 1 kip setara US$ 0,000046. Ini berarti US$ 1 setara dengan 21.971,71 LAK. Laos adalah negara tanpa laut yang berbatasan dengan Vietnam, Thailand, Kamboja, dan China. Negara ini sangat bergantung pada ekspor seperti tembaga, emas, dan kayu.

Pertumbuhan ekonomi yang lambat, meningkatnya utang luar negeri, dan inflasi tinggi memberikan tekanan pada mata uang Laos.

5. Rupiah Indonesia (IDR)

Mata uang nasional Indonesia diperkenalkan pada tahun 1946. Satu rupiah saat ini bernilai US$ 0,000057, yang berarti US$ 1 setara dengan 17.420,04 rupiah. Indonesia terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau di Samudra Pasifik, termasuk Jawa, Sumatera, serta sebagian Kalimantan dan Papua.

Dalam hal PDB, Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara berkat sektor jasanya. Indonesia juga kaya komoditas, namun nilai rupiah melemah dibanding mata uang lain akibat kombinasi inflasi tinggi dan kekhawatiran resesi.

6. Som Uzbekistan (UZS)

Som diperkenalkan pada 1993 dan satu unit mata uang Uzbekistan saat ini bernilai US$ 0,000083. Dengan kata lain, US$ 1 setara dengan 11.999,98 som. Terletak di Asia Tengah, Uzbekistan adalah bekas republik Uni Soviet. Negara ini merupakan salah satu eksportir kapas terbesar dunia dan memiliki cadangan mineral serta minyak dan gas yang besar.

Meski telah melakukan reformasi ekonomi, Uzbekistan masih menghadapi pertumbuhan ekonomi rendah, inflasi tinggi, pengangguran, dan korupsi.

7. Franc Guinea (GNF)

Franc Guinea diperkenalkan pada 1959 dan saat ini bernilai US$ 0,000114. Artinya, US$1 setara dengan 8.777,58 franc Guinea. Guinea adalah bekas koloni Prancis di Afrika Sub-Sahara. Negara ini kaya sumber daya alam seperti emas dan berlian, namun menghadapi inflasi tinggi, ketidakstabilan militer, dan arus pengungsi dari Liberia dan Sierra Leone.

8. Franc Burundi (BIF)

Republik Burundi, negara tanpa laut di Afrika Timur, telah menggunakan mata uang ini sejak 1916. Satu franc Burundi saat ini bernilai US$ 0,000335, sehingga $1 setara dengan 2.983,24 franc Burundi.

Negara ini berpenduduk lebih dari 14 juta jiwa dan berbatasan dengan Rwanda di utara, Tanzania di timur/tenggara, dan Republik Demokratik Kongo di barat. Kopi dan teh menyumbang 90 persen ekspornya.

9. Ariary Madagaskar (MGA)

Diperkenalkan pada 1961, ariary Madagaskar resmi menggantikan franc pada 2005. Satu ariary saat ini bernilai US$ 0,00024, sehingga US$ 1 setara dengan 4.162,26 ariary.

Madagaskar adalah negara kepulauan di lepas pantai tenggara Afrika. Pertanian, penanaman rafia, pertambangan, perikanan, dan kehutanan menjadi sektor utama ekonominya. Ekspor utamanya meliputi vanila, nikel, dan cengkeh.

10. Guarani Paraguay (PYG)

Pertama kali diperkenalkan pada 1952, guarani Paraguay saat ini bernilai US$ 0,000161, sehingga US$ 1 setara dengan 6.218,18 guarani. Paraguay adalah negara tanpa laut yang berbatasan dengan Brasil, Argentina, dan Bolivia. Negara ini merupakan produsen utama kedelai, pemanis alami stevia, daging sapi, dan jagung. Mata uangnya tertekan oleh inflasi tinggi, korupsi, dan peredaran uang palsu.

  • Related Posts

    Menaker Dinilai Abaikan Peringatan KSPI: Gelombang PHK Semakin Nyata, Permenaker No. 7 Tahun 2026 Harus Direvisi Total

    KN. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) bersama Partai Buruh menyampaikan keprihatinan serius terhadap dua persoalan besar yang saat ini mengancam masa depan pekerja Indonesia, yaitu meningkatnya gelombang…

    KSPI dan Partai Buruh Soroti Badai PHK Massal dan Tolak Keras Permenaker Outsourcing Terbaru

    KN-JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menggelar konferensi pers secara daring pada Selasa (19/5/2026). Dalam giat yang dipimpin oleh Ketua Bidang Infokom dan Propaganda Partai Buruh,…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *