Memanasnya hubungan Vatikan dengan AS

KN-Newyork, Hubungan antara Amerika Serikat dan Vatikan memanas sejak awal 2026 di tengah konflik di Timur Tengah. Ketegangan ini dipicu oleh kritik Paus Leo XIV, paus pertama kelahiran Amerika Serikat, yang terus mengecam perang dan menolak penggunaan agama sebagai legitimasi kekerasan. Kritik tersebut memicu respons Presiden Donald Trump, Departemen Pertahanan, hingga tokoh-tokoh politik dan Gereja Katolik di Amerika Serikat.

France 24 memberitakan, Trump mengatakan ia bukan penggemar besar Paus Leo. Trump mengkritik sikap Vatikan terhadap Iran. “Dia sangat liberal dan lemah soal kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri,” kata Trump pada Ahad, 12 April 2026.

Sehari kemudian, Paus Leo merespons pernyataan tersebut dengan mengatakan tidak ingin berdebat dengan Trump. Namun Paus menegaskan akan terus bersuara keras. “Saya akan terus bersuara keras melawan perang, mendorong perdamaian, dialog, dan hubungan multilateral untuk mencari solusi yang adil,” tutur Paus Leo pada Senin, 13 April 2026.

Paus Leo menambahkan, terlalu banyak orang menderita di dunia saat ini dan terlalu banyak orang tak bersalah yang terbunuh. “Seseorang harus berdiri dan mengatakan bahwa ada cara yang lebih baik,” katanya.

Ketegangan antara Vatikan dan Trump bukan konflik baru. Ketegangan Vatikan-Trump mulai mencuat pada Januari 2026. Menurut laporan The Free Press, pada 22 Januari 2026, Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan Elbridge Colby memanggil Duta Besar Vatikan untuk Amerika Serikat, Kardinal Christophe Pierre, dalam pertemuan tertutup.

Dalam pertemuan itu, Colby disebut menegaskan kekuatan militer global Amerika Serikat dan mendorong Gereja Katolik lebih sejalan dengan posisi strategis Washington.

Dalam laporan tersebut, disebutkan juga bahwa Colby menyinggung masa Kepausan Avignon (1309-1376), ketika monarki Prancis mempengaruhi Gereja, sebagai perbandingan historis.

Bahkan, seperti dilansir The Hill, Colby menyampaikan bahwa militer Amerika Serikat memiliki kekuatan untuk melakukan apa pun yang diinginkannya dan Gereja sebaiknya berpihak.”

Pentagon membantah laporan tersebut. Juru bicara Departemen Pertahanan mengatakan narasi itu dilebih-lebihkan dan menyimpang, serta menegaskan bahwa pertemuan itu berlangsung ramah, substantif, dan profesional.

Kardinal Pierre, melalui pernyataan yang dikutip Duta Besar AS untuk Takhta Suci Brian Burch, juga menyebutkan laporan tersebut sebagai rekayasa yang sepenuhnya dibuat-buat.

Ketegangan berlanjut pada Februari 2026. Vatikan menolak undangan Gedung Putih dan memilih menjadwalkan kunjungan ke Lampedusa, Italia selatan, pada 4 Juli 2026.

Foto: Threads

Related Posts

Banyak Konsumen di Amerika Serikat Telat Bayar Paylater

KN-Newyork, Hampir setengah pengguna Buy Now, Pay Later (BNPL) mengatakan mereka pernah membayar terlambat setidaknya satu cicilan dalam setahun terakhir, menurut survei yang dirilis pada Senin (14/4/2026). Survei yang dipublikasikan…

Gencatan senjata AS-Iran rapuh, tapi perlu untuk ruang de-eskalasi kekerasan.

KN-TEHERAN, “Meski disambut banyak pihak, gencatan senjata antara AS dan Iran belum bisa diharapkan untuk menciptakan perdamaian permanen antara AS-Israel dan Iran. Gencatan senjata itu baik secara subtantif maupun perkembangan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *