KN-JAKARTA — Gelombang penolakan dan klarifikasi datang dari berbagai organisasi mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi. Hal ini menyusul kemunculan aliansi baru bernama “BEM Bersatu” yang sempat mengeluarkan pernyataan sikap dan menuding mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, terafiliasi dengan jaringan partai politik tertentu.

Dalam tuduhannya, BEM Bersatu mengklaim bahwa mobil yang digunakan Tiyo diduga terdaftar atas nama Siti Nuraini, adik dari Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Setyo Sularso—yang disebut-sebut merupakan besan dari Jenderal TNI (Purnawirawan) Andhika Perkasa, kader PDI Perjuangan sekaligus tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 lalu.
Menanggapi hal tersebut, pihak PDIP dengan tegas membantah terlibat dalam aksi-aksi kritik yang selama ini dilayangkan oleh Tiyo Ardianto, khususnya terkait program Makan Bergizi Gratis. Di sisi lain, Tiyo Ardianto memilih untuk tidak ambil pusing dan enggan merespons tudingan yang bersifat personal tersebut.
Sederet Bantahan Kampus: Klaim Sepihak dan Pencatutan Nama
Aliansi BEM Bersatu diketahui berisikan individu-individu yang mengklaim sebagai representasi resmi organisasi mahasiswa dari berbagai kampus. Namun, pasca-deklarasi tersebut, sejumlah BEM fakultas dan universitas yang namanya ikut terseret langsung merilis bantahan resmi karena merasa nama lembaga mereka telah dicatut.

Berikut adalah daftar klarifikasi dari organisasi mahasiswa dan pihak kampus terkait:
1. BEM FTI Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)
Melalui akun Instagram resmi mereka, BEM Fakultas Teknik dan Informatika UBSI menegaskan tidak pernah terlibat dalam konferensi pers aliansi tersebut.
- Poin Klarifikasi: Tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama Ahmad seperti yang diklaim oleh BEM Bersatu.
- Pernyataan Resmi: “BEM FTI UBSI tidak pernah memberikan mandat kepada pihak manapun untuk mewakili organisasi dalam kegiatan tersebut,” tulis akun @bemftiubsi, Rabu (17/6/2026).
2. BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
BEM FPsi UNJ menyatakan bahwa identitas organisasi mereka telah dicatut secara ilegal dan menilai tindakan tersebut melanggar etika organisasi.
- Poin Klarifikasi: Nama Ahmad Ghazy yang diklaim sebagai perwakilan merupakan alumni angkatan 2020, bukan pengurus atau anggota aktif tahun ini.
- Pernyataan Resmi: “Tindakan maupun pandangan yang disampaikan merupakan tanggung jawab pribadi pihak tersebut,” jelas pihak @bemfpsiunj.
3. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional
Pihak birokrasi fakultas turun tangan untuk meluruskan klaim dari individu bernama Ardin Zulkifly yang mengaku sebagai Ketua BEM FISIP Unas.
- Poin Klarifikasi: Secara kelembagaan, FISIP Unas saat ini tidak memiliki organisasi BEM di tingkat fakultas.
- Pernyataan Resmi: Kehadiran Ardin dalam aliansi adalah sikap pribadi. (Dia) tidak memiliki kapasitas kelembagaan untuk mewakili FISIP Universitas Nasional berdasarkan jabatan dimaksud.”
4. BEM FIPPS Universitas Indraprasta PGRI (Unindra)
BEM Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial Unindra ikut membantah klaim sepihak dari individu bernama Dicky.
-
- Poin Klarifikasi: Dicky dipastikan bukan bagian dari organisasi BEM FIPPS Unindra.
- Pernyataan Resmi: “Segala tindakan, pernyataan, maupun konsekuensi yang ditimbulkan merupakan tanggung jawab pribadi pihak yang bersangkutan,” rilis resmi BEM FIPPS Unindra, Kamis (18/6/2026).
Catatan Komitmen Mahasiswa:
Merespons kegaduhan ini, BEM FIPPS Unindra mengingatkan kembali pentingnya menjaga integritas dan independensi gerakan mahasiswa agar tetap bergerak di atas nilai intelektual dan kepentingan kolektif, bukan kepentingan politik praktis atau personal.






