PRIJANTO: DOKTRIN HANKAMRATA ASLI TIDAK PERLU DIREVISI, CUKUP PEMBANGUNAN KEKUATANNYA YANG ADAPTIF

KN-JAKARTA — Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga pengamat militer dan pertahanan, Prijanto, menegaskan bahwa Doktrin Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) yang asli tidak perlu diubah atau direvisi. Pernyataan ini menanggapi opini beberapa pihak yang menilai Hankamrata usang setelah melihat canggihnya persenjataan modern dalam konflik global saat ini, seperti ketegangan antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

​Menurut Prijanto, anggapan bahwa doktrin Hankamrata perlu direvisi adalah kekeliruan dalam memahami esensi pertahanan negara.

​”Doktrin Hankamrata itu tidak perlu direvisi. Yang perlu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan atau sistem persenjataan modern adalah pembangunan kekuatan dari Hankamrata itu sendiri di masa damai,” ujar Prijanto dalam kelanjutan seri diskusi mengenai mandeknya reformasi Polri.

https://s.shopee.co.id/5VSl3JgZx9
Seblak Kering

​Karakteristik Hankamrata Asli vs “Hankamrata Palsu”

​Prijanto menjelaskan bahwa dalam sishankamrata asli (sebelum amandemen UUD 1945), ciri utama pertahanan Indonesia bertumpu pada totalitas rakyat dan wilayah. Ia menyebut Sishankamrata dalam Pasal 30 UUD 2002 hasil amandemen cenderung ahistoris karena terlalu bersifat operasional-fungsional dan kaku, sehingga memicu jarak ego sektoral antara TNI dan Polri.

​Dalam Sishankamrata yang asli, terdapat empat ciri utama:

  1. ​Segenap rakyat beserta potensi wilayah adalah pelawan musuh.
  2. ​Perbedaan antara TNI dengan rakyat bersifat kabur (tidak kentara) karena keduanya melakukan perlawanan bersenjata.
  3. ​Tentara dan rakyat sama-sama melakukan fungsi pembelaan negara.
  4. ​Perbedaan mendasar hanya pada peran: TNI sebagai kekuatan inti, sedangkan rakyat sebagai kekuatan dasar.

​Komponen utamanya pun terbagi jelas menjadi tiga: Pertahanan Tentara (merespons cepat serangan), Pertahanan Rakyat (melancarkan perlawanan semesta hingga musuh mundur), dan Pertahanan Sipil (menjaga roda pemerintahan/sosial dan membatasi korban perang).

​8 Pilar Pembangunan Kekuatan Hankamrata di Masa Damai

​Agar Indonesia tidak sekadar terpukau oleh kecanggihan peluru kendali negara adidaya, Prijanto menekankan pentingnya pemerintah membangun kekuatan Hankamrata sejak masa damai. Terdapat 8 poin krusial yang harus disiapkan:

  • Sumber Kekuatan Personel dan Logistik Wilayah: Mengingat Hankamrata berbasis pertahanan wilayah.
  • Peranan Lingkungan: Menjaga ruang hidup strategis, karena lingkungan ibarat air bagi TNI yang bertindak sebagai ikannya.
  • Kekuatan Militer Tetap: Menyiapkan TNI sebagai kekuatan inti.
  • Kekuatan Cadangan Militer: Langkah yang saat ini sudah mulai berjalan melalui program Kementerian Pertahanan.
  • Kekuatan Perlawanan Rakyat: Melatih rakyat dalam keterampilan pertahanan sebagai kekuatan dasar.
  • Kekuatan Pertahanan Sipil: Meliputi kesiapan polisi yang tidak hanya mahir di masa damai, tetapi juga tangguh menegakkan fungsi pemerintahan/kemasyarakatan di situasi perang, serta satuan rakyat yang terampil menolong korban pertempuran.
  • Kekuatan Lingkungan secara Integral: Menyatukan potensi alam dan lingkungan ke dalam sistem pertahanan.
  • Sistem Latihan Berkelanjutan: Memiliki dan menjalankan simulasi serta latihan pertahanan secara berkala.

​”Kita tidak usah minder atau latah ingin mengubah doktrin hanya karena melihat teknologi senjata modern. Doktrin kita sudah living constitution, sangat supel dan fundamental. Yang mutlak kita kejar dan kembangkan adalah kesiapan pembangunan kekuatan pertahanan rakyat semestanya,” pungkas Prijanto menutup penjelasannya sebelum masuk ke pembahasan sinergisitas regulasi TNI-Polri pada seri berikutnya.

Related Posts

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

KN-JAKARTA, Pada 12 Juni 2026 TNI dimobilisasi untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa titik di Jakarta. Sebelumnya pada 11 Juni 2026 Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia menerbitkan Surat Nomor…

Military budget swells as roles expand to civilians

KN. Strengthening national defense has long been a priority for President Prabowo Subianto and dates back to his tenure as defense minister. There is no doubt about his administration’s focus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *