Progres Nyata! Investor Eropa Gandeng Pemprov Lampung Bangun Kilang Energi di Katibung

KN-BANDAR LAMPUNG – Rencana besar pengembangan kawasan industri energi di Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, mulai menunjukkan progres nyata. Investor asal Eropa yang diwakili oleh PT Menamas resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk merealisasikan pembangunan pabrik energi berupa kilang (refinery).

Komitmen strategis tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Lampung dan PT Menamas dalam Rapat Pembahasan Rencana Investasi dan Pengembangan Infrastruktur. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung di ruang kerjanya pada Jumat (5/6/2026).

Tiga Komponen Utama Siap Diluncurkan
​President Director PT Menamas, Bakti S. Luddin, menegaskan bahwa pihaknya bertindak sebagai perwakilan resmi dari Sunco Luxembourg, Eropa, yang siap menanamkan modal besar di sektor industri energi Katibung.

“PT Menamas mewakili investor dari Eropa yang akan masuk ke investasi pabrik energi di Katibung. Dari awal kawasan ini memang direncanakan menjadi pusat industri energi, dan investasi yang akan kami bangun di sana adalah refinery atau kilang,” ujar Bakti.

Menurut Bakti, proyek ini tergolong sangat matang karena telah mengamankan tiga komponen utama dalam investasi skala besar:
​Teknologi: Menggunakan teknologi modern yang telah teruji secara internasional di berbagai negara.
​Pasar (Market): Calon pembeli atau offtaker untuk produk energi yang dihasilkan kelak sudah dipetakan dengan jelas.
​Pendanaan (Funding): Didukung penuh oleh perusahaan multifinance terkemuka asal Eropa yang telah menyatakan kesiapan finansialnya.

Nilai Investasi Masih Dirahasiakan, Tunggu Pra-FS
​Meski dipastikan bernilai fantastis, PT Menamas belum mau membeberkan angka pasti nilai investasi proyek kilang ini. Bakti menyebutkan bahwa nilai nominal tersebut baru akan dibuka setelah Studi Pra-Kelayakan (Pre-Feasibility Study/Pra-FS) rampung diselesaikan.

“Nilai investasinya sementara masih kami rahasiakan karena ini proyek refinery yang nilainya cukup besar. Kami akan menyelesaikan Pra-FS dalam waktu sekitar satu bulan sehingga nanti angkanya bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Penandatanganan MoU ini dinilai sebagai lompatan besar (milestone) setelah adanya penjajakan awal dengan Pemprov Lampung beberapa bulan lalu.

Kehadiran kilang energi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi masif terhadap penguatan ketahanan energi nasional.

Target Operasional pada Awal 2029
Pihak investor kini bergerak cepat menetapkan target linimasa (timeline) pengerjaan proyek agar dapat segera memberikan dampak ekonomi bagi wilayah Lampung dan nasional.

 

Foto: Kadis ESDM Provinsi Lampung Budhi Darmawan usai mendampingi Gubernur Mirza rapat dengan investor, Jum’at (5/6/2026) siang. Sumber foto: Inilampung.com

Related Posts

Pemprov Lampung Perkuat Gerakan Indonesia Asri, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

KN-Bandar Lampung — Menghadapi ancaman nyata perubahan iklim global, Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah konkret dengan menggalakkan aksi bersih-bersih lingkungan (korve) massal dan pemilahan sampah secara digital di Pasar Raya…

Bongkar Praktik “Bagi-Bagi Fee” Proyek Sekolah Rakyat, Menteri PU: Saya Ditawari Dua Kali

KN-JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, secara blak-blakan membongkar adanya praktik lancung “bagi-bagi fee” dalam proyek pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat yang berada di bawah naungan kementeriannya. Akibat praktik…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *