KN-MADINAH, Sebuah riwayat menyentuh dari Ibunda ‘Aisyah RA. mengungkap tabir tentang apa yang dialami seorang Nabi di penghujung usianya. Catatan ini memberikan gambaran tentang keteguhan hati Rasulullah SAW. yang lebih memilih kemuliaan akhirat dibandingkan kehidupan dunia yang fana.
’Aisyah RA menceritakan bahwa saat masih dalam keadaan sehat, Rasulullah SAW. pernah memberikan sebuah informasi penting mengenai hak istimewa para Nabi. Beliau bersabda bahwa tidak ada seorang Nabi pun yang dicabut nyawanya sebelum diperlihatkan tempat kembalinya kelak, apakah di surga atau di neraka.
Setelah diperlihatkan tempat tersebut, sang Nabi diberikan hak pilih: tetap melanjutkan kehidupan di dunia atau memilih kehidupan di akhirat.
Suasana haru menyelimuti kamar ‘Aisyah RA saat ajal mulai mendekat. Rasulullah SAW. yang sedang terbaring lemas di pangkuan ‘Aisyah sempat beberapa kali tidak sadarkan diri. Namun, saat kesadaran beliau pulih sejenak, Rasulullah mengarahkan pandangannya ke langit-langit rumah.
Dengan suara yang penuh keyakinan, beliau berucap:
”Wahai Allah, tempatkanlah aku bersama sahabat-sahabat yang tertinggi (Ar-Rafiq Al-A’la).”
Realisasi Sebuah Janji
Mendengar kalimat tersebut, ‘Aisyah langsung menyadari maknanya. Beliau teringat kembali pada ucapan Rasulullah saat masih sehat dahulu mengenai “pilihan” yang diberikan Allah kepada para utusan-Nya.
”Jika demikian, tidak lama lagi Rasulullah akan meninggalkan kita,” gumam ‘Aisyah dalam hati. Beliau menyadari bahwa pilihan telah diambil; Rasulullah SAW. lebih merindukan perjumpaan dengan Allah dan para Nabi serta orang-orang saleh di tempat tertinggi daripada menetap lebih lama di bumi.
Sumber foto: Republika








