SPPI Hentikan Suplai Makan Bergizi Gratis di Kota Juang, Kelompok Rentan dan Relawan Kena Dampak

KN-BIREUEN — Di tengah upaya Badan Gizi Nasional (BGN) mengawal keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan menghentikan total suplai MBG di Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, pada Selasa (18/8/2026). Keputusan sepihak ini memicu sorotan tajam karena berdampak pada terabaikannya sasaran prioritas hingga hilangnya pendapatan para relawan harian.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, SPPI menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut untuk menyetop operasional selama satu hari. Alasan yang diusung adalah keterlibatan siswa dalam pawai karnaval peringatan HUT RI ke-81. Padahal, pawai yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bireuen baru dimulai pada pukul 14.30 WIB dan tidak ada sekolah di Kota Juang yang meliburkan proses belajar mengajar.

​Dampak dari penghentian ini tidak hanya dirasakan oleh para siswa. Pasokan gizi bagi kelompok sasaran utama program Presiden Prabowo Subianto — yaitu Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), serta Balita Non-PAUD (B3) — turut terhenti secara total pada hari tersebut.

​Relawan Rugi, Korwil Berikan Keterangan Berbeda

​Selain mengganggu distribusi gizi, penutupan dapur MBG ini berdampak langsung pada ratusan relawan berupah harian yang menggantungkan mata pencaharian mereka dari aktivitas dapur SPPG.

​”Kami diminta berhenti bekerja karena SPPG tidak beroperasi. Jelas kami dirugikan, sehari tidak kerja berarti sehari kami tidak punya sumber penghasilan,” ungkap salah seorang relawan yang enggan disebutkan namanya, Senin (17/8/2026) sore. Relawan tersebut menyayangkan keputusan ini, terlebih operasional dihentikan berturut-turut setelah libur hari Minggu dan Senin.

​Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI Kabupaten Bireuen, Ignatia Samosir, mengklaim bahwa penghentian layanan hanya diberlakukan bagi anak sekolah yang mengikuti kegiatan karnaval dan tidak menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Ia berkilah bahwa pelayanan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan.

​Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi riil di lapangan yang menunjukkan penghentian operasional secara menyeluruh di seluruh SPPG Kecamatan Kota Juang. Saat dimintai klarifikasi lebih lanjut mengenai legalitas instruksi lokal ini dan ketidaksesuaian laporan lapangan, Ignatia memilih tidak memberikan respons.

Foto: MBG, Radar-Jogja

Related Posts

Indonesia at UNGA

KN. Indonesian Foreign Affairs Ministry Spokesperson Yvonne Mewengkang said Thursday that Foreign Minister Sugiono is scheduled to lead the Indonesian delegation during the High-Level Week of the 81st United Nations…

Pidato Netanyahu di PBB Diwarnai Walkout Massal, Sikap Negara ASEAN Terbelah

KN-NEW YORK — Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York diwarnai aksi dramatis saat delegasi dari puluhan negara melakukan aksi keluar ruangan (walkout) tepat ketika Perdana Menteri Israel, Benjamin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *