KN-BIREUEN, Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Aceh melalui Tim Kerja KBKR menggelar kegiatan Penguatan Kebijakan dan Strategi Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Bertempat di Aula DPMGPKB Kabupaten Bireuen, Kamis (05/03) kegiatan ini bertujuan memacu kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kontrasepsi tepat guna bagi masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh para bidan dari Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB), bidan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), serta para penanggung jawab program KB di wilayah Kabupaten Bireuen.
Bireuen Jadi Lokus Perhatian Khusus
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim, menekankan bahwa peran bidan sangat krusial dalam mengedukasi ibu sejak masa kehamilan. Hal ini menjadi sorotan karena capaian KBPP di Kabupaten Bireuen saat ini masih tergolong rendah.
“KB Pascapersalinan adalah strategi penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi serta mencegah jarak kehamilan yang terlalu dekat. Bireuen merupakan lokus yang perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, peran bidan sangat strategis dalam memberikan edukasi dan pelayanan bersama dukungan mitra lainnya,” tegas Safrina.
Ia juga menambahkan pentingnya sinergitas antara program Kemendukbangga/BKKBN dengan Kementerian Kesehatan untuk mencapai tujuan utama, yakni kesejahteraan keluarga.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Digitalisasi Pelaporan
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGPKB) Kabupaten Bireuen, Musni Syahputra, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung program ini hingga ke tingkat desa.
“Kami terus mendorong penguatan program KBPP melalui kolaborasi lintas sektor agar pembangunan keluarga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Musni.
Selain pembekalan materi, para peserta juga mendapatkan simulasi mekanisme pelaporan serta distribusi alat dan obat kontrasepsi (alokon) melalui aplikasi SIRIKA. Digitalisasi ini diharapkan dapat mempermudah pemantauan stok dan layanan secara real-time.
Apresiasi dari Tenaga Kesehatan
Peserta kegiatan menyambut positif pembekalan ini. Bidan Nurul, salah satu peserta, menyampaikan bahwa informasi yang didapat sangat membantu dalam mengoptimalkan konseling kepada pasien.
“Kami berterima kasih atas pembekalan ini. Informasi mengenai pengelolaan dan pelayanan KB pascapersalinan ini sangat menambah wawasan kami, sehingga kami dapat mengoptimalkan pelayanan agar cakupan peserta KB di Bireuen terus meningkat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan angka partisipasi KB Pascapersalinan di Bireuen dapat merangkak naik, sekaligus berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan bayi di Provinsi Aceh.
Foto: Dok. Humas BKKBN








