Ukraina dapat bantuan rudal dari AS

KN. Amerika Serikat (AS) “hampir” menyetujui pengiriman rudal jelajah jarak jauh ke Ukraina meskipun telah berulang kali mendapat peringatan dari Rusia. Reuters mengutip pejabat yang berbicara dengan syarat anonim. Senjata yang dimaksud, Joint Air-to-Surface Standoff Missiles (JASSM), dapat diintegrasikan ke dalam jet tempur F-16 rancangan AS yang dipasok ke Kiev oleh sponsor Baratnya. Menurut kantor berita tersebut, penyertaan JASSM dalam paket senjata baru untuk Kiev diharapkan akan dipublikasikan musim gugur ini. Namun, sumber mencatat diskusi tentang rudal tersebut masih berlangsung dan keputusan akhir belum dibuat.

Mereka juga mengklaim pengiriman senjata yang sebenarnya dapat memakan waktu “beberapa bulan,” karena otoritas AS perlu mengerjakan detail teknis dari langkah tersebut.

Dikembangkan oleh Lockheed Martin, JASSM dapat memungkinkan tentara Kiev menyerang target sejauh sekitar 300 km di dalam perbatasan Rusia, atau hingga 500 km untuk beberapa versi yang lebih eksklusif dan memiliki jangkauan lebih jauh.

Tidak jelas dari laporan tersebut, jenis rudal mana yang diyakini akan diberikan AS kepada Kiev. Satu sumber mengklaim ada juga upaya membuat rudal tersebut kompatibel dengan jet tempur non-Barat dalam inventaris Ukraina saat ini, karena sejauh ini negara tersebut hanya menerima gelombang pertama F-16 seperti yang dijanjikan.

Salah satu sumber mengklaim pemberian JASSM kepada Ukraina dianggap sebagai masalah yang sensitif, karena akan menambah tekanan pada Washington untuk melonggarkan pembatasan penggunaan persenjataannya oleh Kiev.

  • Related Posts

    Hari Ini FSPMI KSPI Turun ke Jalan, Ribuan Buruh Kepung DPR RI

    KN-JAKARTA, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) hari ini menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan DPR RI. Aksi ini diikuti oleh ribuan buruh dari berbagai daerah sebagai bentuk perlawanan…

    Survei LSI: Mayoritas Masyarakat Indonesia Siap Angkat Senjata Bela Negara

    KN-JAKARTA, Semangat patriotisme masyarakat Indonesia tergolong sangat tinggi. Berdasarkan temuan terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI), mayoritas responden menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung ke medan perang demi membela kedaulatan Negara Kesatuan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *