YANG DI KASIH BELUM TENTU DI SAYANG

Oleh: Ustadz Faisal Kunhi

Uqbah bin Muslim rahimahullah berkata:

إذا كان الرجل على معصية الله فأعطاه الله ما يحب على ذلك؛ فليعلم أنه في استدراج منه.

“Jika seseorang berada dalam kemaksiatan kepada Allah, namun Allah justru memberinya hal-hal yang dia sukai, maka hendaklah diketahui bahwa itu adalah istidraj (nikmat agar membuat seorang hamba semakin jauh dari Allah).”

PENJELASAN :

1. Berlimpahya nikmat dunia bukanlah tanda Allah sayang kepada seorang hamba dan sempitnya rizqi bukan tanda Allah benci kepadanya , semua itu tergantung apakah dalam keadaan itu ia dekat dengan Allah atau tidak ?

2. Allah memberikan dunia kepada yang Ia cintai dan yang Ia benci tetapi Allah memberikan akhirat hanya kepada yang ia sayang .

3. Bisa jadi Allah tidak segera mengabulkan permohonan seorang hamba karena sayangnya Allah kepada dia , seperti orang tua yang tidak mengabulkan anaknya yang masih duduk di sekolah dasar ketika ia minta di belikan motor karena belum cukup usianya .

4. Dan bisa jadi Allah membuka semua pintu pintu dunia untuk semakin menenggelamkan seorang hamba dalam kebinasaan ketika ia tidak mau insyaf dan sadar , seperti orang tua yang selalu menuruti keinginan anaknya itu adalah orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya dalam kedurhakaan .

5. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad )

6. Allah Ta’ala berfirman,

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44). (Dakwah Harian)

Related Posts

Indonesia at UNGA

KN. Indonesian Foreign Affairs Ministry Spokesperson Yvonne Mewengkang said Thursday that Foreign Minister Sugiono is scheduled to lead the Indonesian delegation during the High-Level Week of the 81st United Nations…

Pidato Netanyahu di PBB Diwarnai Walkout Massal, Sikap Negara ASEAN Terbelah

KN-NEW YORK — Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York diwarnai aksi dramatis saat delegasi dari puluhan negara melakukan aksi keluar ruangan (walkout) tepat ketika Perdana Menteri Israel, Benjamin…