ZEPNAT KAMBU: 361 KM JALAN TRANS JAYAPURA-WAMENA SUDAH BERASPAL

Stramed, Kepala Balai PJN Wamena, Zepnat Kambu, ST, MT mengatakan dari 575 kilometer jalan trans Jayapura-Wamena yang hingga kini masih terus dikebut pengerjaannya, jalan sepanjang 361 kilometer dari arah Jayapura-Wamena maupun Wamena-Jayapura telah teraspal.

“Progres pengerjaan jalan trans Jayapura Wamena, dari arah Jayapura-Wamena sampai kilometer 231 itu sudah teraspal, tepatnya dari Jayapura hingga Kampung Nawa. Sedangkan dari Wamena-Elelim sepanjang 130 kilometer juga sudah teraspal. Jadi total yang teraspal 361 kilometer, sedangkan sisanya sepanjang 214 kilometer masih japat atau jalan urpil,” ungkap Kabalai saat ditemui di Wamena, Selasa (01/12/2020).

Dikatakannya, ada beberapa wilayah yang terjal sehingga akan diperbiki atau dilakukan penurunan grad, karena menurutnya sangat berbahaya bagi para pengguna jalan.

Meskipun jalan trans Jayapura-Wamena belum sepenuhnya rampung namun arus kendaraan yang melintas cukup ramai, baik Jayapura-Wamena maupun sebaliknya, sehingga tentu akan berpengaruh pada pengerjaan jalan.

Terkait hal itu, kata Zepnat pihaknya belum terpikirkan untuk menutup akses jalan tersebut, namun jika melihat situasi dan kondisi jalan dan resiko yang akan terjadi maka tentu pihaknya akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan Balai Jayapura untuk diputuskan bersama.

“Rencana untuk menutup jalan sampai hari ini belum, tapi kami akan lihat. Tapi kalau 4 paket pekerjaan dari arah Jayapura terkontrak semua mungkin tidak ada proses untuk tutup jalan karena lagi proses kerja. Tapi karena sementara belum ada keputusan pusat maka penanganan tetap berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, di tahun 2021 nanti dua paket multiyear di wilayah Balai PJN Wamena akan mulai dikerjakan yakni  di daerah Elelim Mamberamo 1, tepatnya di kilometer 320 dan Elelim Mamberamo 2 tepatnya di kilometer 366.

“Jadi dua paket ini masuk dalam paket multiyear, dan yang sudah terkontrak yakni paket Elelim Mamberamo 2 dan sekarang lagi mobilisasi. Jadi dua titik ini yang lagi rawan, selebihnya ada di wilayah Jayapura, namun ini semua tanggungjawab kami bersama,” jelasnya.

Sementara itu untuk pembangunan jembatan sendiri menurut Zepnat sebagian besar jembatan sudah dibangun secara permanen, salah satunya jembata Yahuli yang baru saja diresmikan beberapa waktu lalu.

Tambahnya, saat ini juga paket long segmen sementara lagi dalam proses tender dan itu disekitar Elelim tepatnya di Paspale, termasuk didalamnya ada beberapa jembatan.

“Jalan itu bukan dibiarkan, karena kami melaksanakan proses pekerjaan fisik ini berdasarkan hasil dari pokja. Memang kita dengar nilainya besar tapi membangun Papua tidak semudah yang dipikirkan, karena kondisi alam di Papua dan butuh energy dan biaya yang besar, serta membutuhkan pola pikir yang sama,” pungkasnya.(PapuaInside)

Related Posts

Bantuan internasional yang bersifat Non-Government to Government (Non-G2G)

KN. Hasil koordinasi Pemprov Aceh dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pemerintah saat ini hanya membenarkan bantuan internasional yang bersifat Non-Government to Government (Non-G2G) atau melalui lembaga non-pemerintah (NGO). Sedangkan untuk…

TANGSE MEMBARA! Massa “Kepung” Gunung Neubok Badeuk, Buru Mafia Tambang dan Perambah Hutan

KN. Amarah rakyat Tangse akhirnya meledak. Sabtu pagi (27/12/2025), suasana di kaki Gunung Neubok Badeuk mencekam saat sekitar 60 pria perkasa perwakilan dari Desa Pulo Mesjid 1, Pulo Mesjid 2,…