50.000 Pasukan AS dalam Jangkauan Militer Iran

KN. Stasiun televisi (TV) pemerintah Iran dalam siarannya mengatakan sebanyak 50.000 pasukan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah sekarang berada dalam jangkauan tembak militer Iran. Siaran ini muncul tak lama setelah Amerika menyerang tiga situs nuklir Iran. Lima puluh ribu pasukan AS di kawasan itu berada dalam jangkauan Iran, dan Pemimpin Tertinggi [Ayatollah Ali Khamenei] telah berjanji bahwa kami akan memenangkan perang ini,” bunyi siaran tersebut yang dibacakan seorang presenter TV. “Pertempuran baru saja dimulai, Tuan Trump! Sekarang Anda berbicara tentang perdamaian? Kami akan berurusan dengan Anda dengan cara yang membuat Anda memahami konsekuensi dari kecerobohan,” lanjut dia sebagai reaksi terhadap sebuah posting oleh Presiden AS Donald Trump yang menyerukan perdamaian dengan Iran. “Mulai sekarang, setiap personel sipil dan militer Amerika di kawasan tersebut akan dianggap sebagai target yang sah,” imbuh penyiar TV pemerintah Iran.

Anggota Parlemen Iran kubu garis keras, Hamid Rasaei, mendesak pembalasan terhadap AS. “Tindakan keterlaluan ini harus direspons dengan respons yang keras dan tegas,” katanya, mengacu pada serangan AS terhadap situs nuklir Natanz, Isfahan, dan Fordow.

Organisasi Energi Atom Iran mengecam pengeboman AS terhadap situs-situs nuklirnya. “Setelah serangan brutal oleh Zionis selama beberapa hari terakhir, situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan menjadi sasaran serangan brutal pada dini hari tadi—tindakan yang jelas-jelas melanggar hukum internasional,” kata badan atom tersebut. “Tindakan ini, yang melanggar norma-norma internasional, sayangnya terjadi di bawah ketidakpedulian—atau bahkan keterlibatan—Badan Energi Atom Internasional (IAEA),” lanjutnya. “Amerika, melalui pernyataan publik presiden AS di media sosial, telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap situs-situs ini…Masyarakat global diharapkan mengutuk tindakan-tindakan melanggar hukum yang berakar pada logika rimba belantara ini dan mendukung Iran dalam menegaskan hak-haknya yang sah,” tambahnya.

  • Related Posts

    Human Trafficking Recruiters Still Operate Widely

    KN. Indonesia has tightened border controls to combat human trafficking and illegal labor recruitment. Between January and July 2026, immigration authorities prevented 8,287 Indonesians from departing through unauthorized employment channels…

    Indonesia Prepares Long-Term Contract for Russian Crude

    Energy and Mineral Resources Minister Bahlil Lahadalia said that the Indonesian government is willing to purchase Russian oil on a long-term basis. He added that the second phase of crude…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *