KN, Kita belum keluar dari Jebakan MERASA PINTAR Sebuah Kekacauan Budi Pekerti Produk dari Pendidikan Kering kerontang karena tak berjiwa. Produk dari Pendidikan Hafalan dan Dikte Sejak Sekolah Tingkat Kanak – Kanak sampai Perguruan Tinggi. Pendidikan yang hanya memproduksi robot bernyawa yang dijuluki Terpelajar
Jauh Sebelum Masehi Keunggulan Pendidikan telah diraih oleh Bangsa Yunani dengan bertebaran Filosof berkelas dunia seperti Aristoteles, Plato dan lain – lain. Belum lagi ketika kita bergeser ke Timur Tengah dan Asia maka kita bisa disuguhkan Sejumlah Nama Besar produk dari Pendidikan Pola yang lazim disebut Kuno dan Ketinggalan Zaman
Produk Pendidikan yang Pintar Merasa memang adanya di Masa Lampau namun Keunggulannya melampaui Zaman Terkini termasuk melampaui Masa Depan. Bukankah Inti dari pendidikan itu adalah hadirnya kesadaran dari Peserta didik terkait Nilai – nilai Agung yang memang sudah ada pada dirinya.
Indonesia di Era Nusantara Lumbung dan Lubuknya Cerdik Pandai, Rohaniawan, Agamawan, Resi, Suhu dan Begawan. Tidak hanya itu saja, bahkan Nusantara Negerinya Para Satria Pemberani Tanpa Tanding. Para Raja dan Para Ratu di Nusantara adalah Sosok – Sosok yang menyempurnakan diri dengan Kecerdasan, Kewibawaan, Keunggulan yang mengagumkan. RAJA WALI atau Rajawali adalah Istilah terpadunya Kekuasaan dan Kebijaksanaan pada Satu Sosok/Satu Raga. Ibarat Raja Daud dan Raja Sulaiman dimana disamping keduanya adalah Raja, merekapun adalah 2(dua) Orang Nabi.
Begitulah Dahulu Kala, Beginilah kita saat ini, Jauh Panggañg daripada Api, Jauh Gelar daripada Keahlian, Jauh Adab daripada Kepintaran.
~ Andi Naja FP Paraga ~






