KONSPIRASI POLITIK OPOSISI

KN, Media Sosial semakin ramai memberitakan pertentangan Program dan Kinerja Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Ke -7 RI Ir H Joko Widodo. Sebuah strategi berbeda dengan Era Presiden Ir H Joko Widodo yang sedikit sekali dipertentangkan dengan pendahulunya. Peryataan Tertulis maupun lisan sangat naratif tanpa hasil penulusuran obyektif menjadi Trendy Baru berpendapat di Area Publik. Tidak ada Kontrol dari Pengelola Medsos apalagi Negara, semua liar seiar- liarnya.

Lazimnya pada Setiap Era Pemerintahan muncul persoalan yàng tak terduga, persoalan dimasa lampau yang justru bukan masalah serius. Pemerintah pun didesak untuk bersikap hingga memastikan siapa yang paling bersalah bahkan Top Leader dari Kesalahan itu. Anehnya semua menjustifikasi bahwa yang bersalah adalah *Mantan Presiden*

Era Presiden Ir H Joko Widodo pernah menantang *Para Investor* untuk memberi Izin Pengelolaan Tanah seluas – luasnya. dengan maksud menciptakan Peluang berusaha Izin yang dimaksud tentu menjadi Tawaran Pemerintah agar minat berinvestasi di Indonesia semakin besar dengan realisasi yang diharapkan lebih cepat. Bahkan pembagian Sertifikat Tanah kepada Rakyat begitu masif dan kebijakan tersebut telah disinergikan dengan Pemanfaatan Sertifikat untuk Pinjaman Bank. Hal ini dilakukan agar gerak ekonomi berjalan lebih cepat.

Namun Ir H Joko Widodo sebagai Presiden selalu disalahkan dan tentu saja setelah tidak menjadi presiden tetap menjadi Sasaran Bidik semua kesalahan. Peristiwa ini dapat dikatakan dipicu oleh Sikap Oposisi PDI Perjuangan dimasa Pilpres bahkan diantara Petingginya yang duduk sebagai Menteri Kabinet Joko Widodo – Ma’ruf Amin terkena dampaknya.

Membenturkan Presiden Prabowo Subianto dengan Ir H Joko Widodo Presiden Ke-7 RI seperti Sebuah Orkestra Besar yang Group – groupnya ada dimana – mana. Satu saja yang memulai berkicau akan disambut dengan ribuan kicauan. Tentu saja kita tau kemana lagi strategi konspirasi ini ditujukan dan keinginan terselubung apa dibalik Fenomena ini.

Salam Waras Kebangsaan

~ Andi Naja FP Paraga ~

Related Posts

Repatriation of Illegal Cultural Artifacts

KN-JAKARTA, U.S. Chargé d’Affaires ad interim to Indonesia Peter Haymond said at the U.S.–ASEAN Conference on Combating Illicit Trafficking of Cultural Property in Jakarta said that the U.S. Embassy remains…

Alarming deforestation

KN-JAKARTA, After several years of declining deforestation, 2025 marked a significant regression for Indonesia’s environmental health as forest cover loss surged. A recent report by the environmental watchdog Auriga Nusantara…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *