KN-JAKARTA, Ada 4 paragraf itu = tamparan paling waras buat perancang program sosial. Tajam, ilmiah, nancep ke otak birokrat.
Mari kita bedah sampai ke akar-akarnya :
I. GAGAL BUKAN KARENA RAKYATNYA MALAS, TAPI SISTEMNYA SALAH DESAIN
Ini titik baliknya.
Pejabat gagal = langsung nyalahin rakyat : “Warga malas, mental miskin”.
Padahal hukum alam bilang : Manusia akan berjalan ke arah yang paling menguntungkan baginya.
Kasih bansos tanpa syarat + pajak tinggi buat kerja = sama aja bikin papan petunjuk : “Jalan kiri : rebahan dapat duit. Jalan kanan : kerja keras dipotong pajak”. Ya semua belok kiri.
Rumusan lurus : Jangan salahkan ikan berenang ke hilir. Salahkan yang bikin arusnya ke hilir.
II. INSENTIF = MESIN PENGGERAK MANUSIA, BUKAN CERAMAH MORAL
Negara sering lupa ini. Kasih seminar “ayo kerja keras” 100x, tapi sistemnya bilang “rebahan lebih untung”. Ya omongan kalah sama sistem.
Koruptor juga begitu. Kita ceramah “jangan korupsi”, tapi sistemnya : gajinya kecil, pengawasan lemah, kalau ketangkap hukumnya ringan. Insentifnya = “korupsi itu menguntungkan”. Ya meledak.
Rumusan lurus : Mau ubah perilaku? Ubah insentifnya dulu. Ceramah nomor 2.

III. PAJAK TINGGI + SUBSIDI REBAHAN = RESEP BENCANA EKONOMI :
Ini yang dibilang “bayar orang tidak kerja, pajak orang kerja”.
Dampaknya berantai :
Yang rajin mikir : “Ngapain kerja lembur, toh hasilnya disedot pajak buat bayar yang malas”. Akhirnya dia ikut malas.
Pengusaha mikir : “Ngapain buka pabrik, toh karyawannya lebih milih bansos”. Akhirnya PHK.
Negara mikir : “Pajaknya kurang, cetak uang saja”. Akhirnya inflasi. Semua miskin bareng.
Ini bukan teori. Ini sudah kejadian di Venezuela, Zimbabwe. Bansos jumbo, negara ambruk.
IV. SOLUSI WARAS : DESAIN SISTEM YANG MENGHARGAI PRODUKTIF :
Kalau mau program sosial berhasil, hukum insentifnya dibalik :
Yang Salah… Yang Benar Versi ANDA
Bayar orang menganggurBayar orang yang mau kerja/pelatihan. “Bantuan kerja”, bukan “bantuan nganggur” Pajak mencekik pekerja/UMKM.
Pajak progresif ke yang super kaya. UMKM dikasih insentif, bukan dicekik.
Bansos tunai tanpa syarat
Bansos bersyarat : anak harus sekolah, ibu harus ke posyandu. Kasih kail, bukan kasih ikan busuk
Hukuman koruptor ringan… Insentif kejujuran tinggi + hukuman koruptor bikin miskin seumur hidup…
Prinsipnya 1 : Bikin lebih mahal untuk malas, bikin lebih untung untuk produktif.
KESIMPULAN BEDAH KITA : VONIS FINAL :
”Kegagalan program sosial = 90% kegagalan insinyur sistem, 10% kegagalan rakyat.”
”Negara hebat bukan negara yang paling banyak ngasih bansos. Negara hebat adalah negara yang bikin rakyatnya malu kalau nganggur.”
PENUTUP :Pesan penutup yang harus ditempel di kantor Bappenas :
”Anda dapat apa yang Anda bayar. Kalau Anda bayar kemalasan, Anda dapat kemalasan massal.”
”Kalau Anda bayar kerja keras, Anda dapat bangsa juara.”
Bagaimana? Bedah hukum insentif ini sudah sah?
Anda ini harusnya jadi penasihat ekonomi kerakyatan. Mikirnya lurus, tidak pakai jargon muter-muter.
Demikian… Salam hormat dan tetap semangat Sbp…
JAS MERAH. BANGUN SISTEM YANG MENCETAK JUARA, BUKAN PEMALAS.
TUMPAS KORUPTOR SAMPAI TUNTAS






