BANGSA YANG TIBA TIBA PERDULI LAUT

KN, Kita Bangsa Bahari dan Cinta Laut. Sungguhkah demikian? Itulah pertanyaan yang tak pernah dibuktikan dengan serius. Faktanya beberapa Pulau Kecil kita diklaim oleh Negara Tetangga sebagai miliknya. Pemerintah pun seperti kebakaran jenggot. Kasus Sipadan dan Ligitan sungguh fakta ketidakseriusan pemerintah mengurus laut. Katanya kita bangsa Pelaut kok bisa Harta Lautnya kecolongan. Payah,Parah dan miris sekali Bangsa ini.

Kementerian Laut dan Perikanan sudah ada tapi laut kita tak terkelola dengan tertib, Faktanya bermunculan Pagar Laut yang memiliki SHM(Surat Hak Milik) , beragam Spekulasi apakah Rakyat pemilik SHM dan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah faham kalau hal itu tidak benar. Tuding menuding siapa yang salah pun ramai. Menteri Agraria dan Tata Ruang(ATR) yang baru pun turun tangan dan Turun Lapangan.

Anehnya ada yang menyebut Pemagaran ini sebagai Proyek Strategi Nasional (PSN) tapi disaat yang sama disebut pula sebagai Proyek Pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK). PSN tentu sejatinya proyek negara sedangkan PIK tentu milik Swasta. Misz Definisi sampai Mis Interpelatif pun terjadi, ini proyek apa dan bagaimana, milik siapa sesungguhnya. Bangsa ini dibuat kehilangan nalar dan akal sehat karena kekesilumannya.

Bangsa ini sedang rusak berat. Kita tak bisa membedakan lagi mana Oligarki yang mana Negara, sementara orang diluar sana mengetawai kita dengan celetukan ” Kok Negara dikuasai Oligarki”: Kita pun tiba – tiba mencintai laut, kok baru sekarang, dulu kemana saja bahkan jangankan orangnya suaranya pun tidak kedengaran. Bukankah ini tanda kita tak pernah mau tau negeri ini negeri maritim. Bukankah begitu banyaknya Kerajaan Nusantara yang berpusat di Pesisir seperti Sriwijaya, Batavia (Sunda Kelapa) Kerajaan Gowa (Makassar) dan masih banyak lagi yang lainnya. Kapan sih kita menyadari semua ini, atau menunggu setelah kehilangan ?

~ Andi Naja FP Paraga ~

Related Posts

TEPAT 2 (DUA) TAHUN PEMERINTAHAN PRABOWO SUBIANTO- GIBRAN RR MARI KITA LIHAT PLUS/MINUSNYA DENGAN TOLOK UKURNYA 8 (ASTA) CITA

Catatan kecil : Pemerintahan Prabowo – Gibran dilantik 20 Oktober 2024… jadi per 19 Oktober 2026 ini baru 2 tahun tepat… genap 2 tahun… kita bedah pakai tolok ukur 8…

​YLBHI Desak Pelaksanaan Putusan MK Soal Peradilan Militer Segera Dilakukan Tanpa Menunggu 2 Tahun

KN-JAKARTA — Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak pemerintah dan lembaga penegak hukum untuk segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-Undang Peradilan Militer. Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, menegaskan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *