Laka Lantas Masih menjadi Mesin Pembunuh di Aceh

KN. Dirlantas Polda Aceh Kombes M Iqbal Alqudusy, mengatakan kejadian kecelakaan lalulintas (laka lantas) di Aceh masih sangat tinggi.

Hal itu disampaikan M Iqbal, pada saat melakukan supervisi asistensi Ditlantas Polda Aceh Tahap I 2025 di Polres Pidie, Rabu (21/5/2025).

“Hingga saat ini, laka lantas masih menjadi mesin pembunuh di Aceh,” katanya.

Iqbal menyampaikan, berdasarkan data sejak 1 Januari hingga 18 Mei 2025, sebanyak 1.250 kejadian terdapat 761 orang meninggal dunia, sebanyak 157 orang mengalami luka berat dan 1.895 orang luka ringan.

“Jika dikonfersi, kerugian akibat lakalantas yang terjadi di Aceh selama 2025 sebesar Rp7,6 miliar,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, Ditlantas Polda Aceh mengajak semua pihak untuk terlibat dalam penanganan dan pencegahan laka lantas.

“Sebab, persoalan lakalantas bukan hanya tanggung jawab Ditlantas Polda Aceh saja, kami berharap persoalan ini menjadi tanggung jawab bersama,” harapnya.

Ditlantas Polda Aceh, dalam memitigasi kejadian lakalantas tersebut membagi Aceh dalam tiga empat bagian, yakni wilayah barat, wilayah timur, wilayah tengah dan wilayah kepulauan.

Untuk barat terdiri, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam dan Aceh Singkil.

“Di kawasan barat terdapat kejadian laka lantas fatal (fatality rate) sebesar 28,8 persen dari sebanyak 225 kejadian,” jelasnya.

Sementara wilayah timur, Kota Banda Aceh, kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Biruen, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.

“Kejadian laka lantas fatal (fatality rate) di wilayah timur sebesar 19,7 persen dari total 870 kasus,” ungkapnya.

Kemudian untuk wilayah tengah, terdiri Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Fatality rate di wilayah tersebut sebesar 28,21 persen atau sebanyak 241 kasus laka lantas.

”Untuk wilayah kepulauan terdiri Kota Sabang dan Simeulue terdapat kejadian laka lantas fatal sebesar 17,1 persen dari total 41 kejadian,” ungkapnya.

Melalui supervisi asistensi tersebut, lanjut Iqbal, pihaknya berharap seluruh Kasat Lantas di Polres untuk melakukan kajian sendiri dengan melibatkan semua pihak terkait.

“Semoga langkah ini dapat menekan angka lakalantas di Aceh, kami juga berharap semua pihak untuk mendukung langkah tersebut,” imbuhnya.

  • Related Posts

    MANAJEMEN, PERTAMA ORANG TERKAGUM KAGUM DENGAN POEC

    KN-JAKARTA, SETELAH TERJADI KEMAJUAN TEKNOLOGI MENJADI PDCA (PLAN DO CECK ACTION) SEKARANG JAMAN DIGITAL MENJADI OODA…MARI KITA BAHAS BERSAMA…SBP. Ditulis dan disajikan oleh SUBANDI PARTO SH MH MBA/Marsekal Muda TNI…

    DPRK Banda Aceh Dorong Pelaku Usaha Asuransikan Pekerja, Pemko Alokasikan Anggaran untuk 5.400 Pekerja Rentan

    KN-BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan sosial bagi seluruh tenaga kerja di wilayah ibu kota Provinsi Aceh tersebut. Selain menganggarkan asuransi…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *