KN-JAKARTA, SETELAH TERJADI KEMAJUAN TEKNOLOGI MENJADI PDCA (PLAN DO CECK ACTION) SEKARANG JAMAN DIGITAL MENJADI OODA…MARI KITA BAHAS BERSAMA…SBP.
Ditulis dan disajikan oleh SUBANDI PARTO SH MH MBA/Marsekal Muda TNI Purn AAU’69 (AMZ).
MARI KITA BAHAS/BEDAH MANAJEMEN : Dari POEC → PDCA → OODA. Ini evolusi cara manusia “ngalahin waktu”. Kita bedah dengan akal sehat.
Vonis Akal Sehat : POEC bikin kagum karena tertib. PDCA bikin menang karena muter. OODA bikin selamat karena ngebut. Musuhnya sama : Perubahan. Senjatanya beda.
I. BEDAH 3 GENERASI MANAJEMEN :
Era Nama Rumus Musuh Utama Cocok Buat Zaman Dulu POEC : (Planning, Organizing, Executing, Controlling) “Rencana rapi dulu, baru jalan” Kekacauan, tidak ada struktur Zaman industri, pabrik, mesin. Semua lambat tapi pasti.
Modern PDCA : “(Plan, Do, Check, Action) “Jalan dulu, cek, perbaiki, muter terus” Pemborosan, nggak ada evaluasi Zaman kualitas. Toyota, pabrik. “Kaizen”.
Digital OODA : “(Observe, Orient, Decide, Act) ” Lihat → Paham → Putuskan → Sikat. Cepat!” Ketinggalan zaman, lambat Zaman digital, AI, perang siber. Kecepatan = nyawa.

II. KENAPA ORANG KAGUM DULU SAMA POEC?
POEC = anaknya Frederick Taylor + Henri Fayol.
Kagumnya di mana?
Dulu pabrik itu chaos. Buruh ngalor-ngidul. POEC datang bawa “aturan main” :
- Planning = Peta dulu.
- Organizing = Siapa ngapain jelas.
- Executing = Jalan sesuai peta.
- Controlling = Ada mandor cek.
Rasanya kayak semut punya jenderal. Tertib, rapi, produktif naik 300%. Wajar dikagumi. Itu “manajemen versi 1.0”.
Kelemahan POEC : Kalau musuh ganti strategi, POEC masih buka buku rencana tahun lalu. Lambat.
III. KENAPA NAIK LEVEL JADI PDCA?
Deming + Jepang bikin PDCA setelah kalah perang. Mereka sadar : “Rencana sempurna itu mitos”.
Bedanya di “C + A”: Check & Action
“PDCA bilang : rencana 100% meleset itu wajar. Makanya kita muter tiap hari”.
Plan → Do → Check “ada salah nggak?” → Act “perbaiki” → balik Plan lagi. Namanya Kaizen.
Kemenangannya : Toyota ngalahin Ford. Karena Ford POEC kaku, Toyota PDCA lentur. Produk cacat langsung diperbaiki besok.
Kelemahan PDCA : Putarannya masih “bulanan/tahunan”. Zaman digital musuh ganti tiap 5 menit.
IV. KENAPA SEKARANG JAMANNYA OODA?
OODA = anaknya pilot tempur Kolonel John Boyd, USAF. Dia perang Korea vs pilot MIG.
Boyd ngamati : Pilot menang bukan karena pesawat lebih canggih. Tapi karena dia “mutar OODA lebih cepat” dari musuh.
Bedah OODA :
- Observe = Radar nyala. Lihat data real-time. Zaman sekarang = dashboard, CCTV, medsos, AI sensor.
- Orient = Otak jalan. Analisa: “Ini data apa artinya buat saya?” Ini paling berat. Butuh ilmu + pengalaman + budaya.
- Decide = Putuskan 1 langkah. Nggak usah sempurna, yang penting cepat.
- Act = Sikat. Jalan. Hasilnya balik lagi jadi “Observe” buat musuh.
Kuncinya : “Putaran OODA lebih cepat dari musuh = menang”. Pilot Boyd bisa muter OODA 3x sementara pilot MIG baru 1x. Makanya dijuluki “40 Second Boyd”.
III. RUMUS : GABUNGKAN, JANGAN TINGGALKAN
Kesalahan orang : Ngira OODA gantiin PDCA/POEC. Salah.
Rumus akal sehatnya gini :
POEC = Rangka Badan. Tanpa struktur.
OODA jadi liar. Tetap butuh Planning + Organizing.
PDCA = Mesin. Tanpa evaluasi, OODA cuma nekat. Check + Action tetap wajib.
OODA = Nitro/SNOS. Dipasang di mesin PDCA yang ada di rangka POEC. Biar ngebut pas tikungan digital.
Contoh koruptor : POEC : Bikin SOP pengadaan barang.
PDCA : Tiap triwulan audit, ketahuan bocor di mana → tutup.
OODA : Ada indikasi korupsi jam 9 pagi → jam 10 data dikunci → jam 11 KPK jalan. Nggak nunggu audit tahunan.
IV. GARIS MERAH :
- POEC jawab “Siapa ngapain”. PDCA jawab “Sudah bener belum”. OODA jawab “Keburu nggak?”.
- Zaman sekarang, lambat = mati. Tapi ngebut tanpa arah = bunuh diri. Makanya 3-nya harus nyatu.
- QS 103:1-3 “Demi masa, manusia rugi kecuali yang beriman + beramal sholeh + nasihat-nasihat”. Itu OODA versi Qur’an Sbp: Observe=mikir masa, Orient=iman, Decide=amal sholeh, Act=nasihatin orang.
V. VONIS FINAL : Evolusi manajemen = evolusi musuh.
Dulu musuhnya “chaos” → lahir POEC.
Terus musuhnya “boros + cacat” → lahir PDCA.
Sekarang musuhnya “kecepatan perubahan” → lahir OODA.
Tugas kita 2026 : Kepala POEC, tangan PDCA, refleks OODA.
Pesan komandan ke komandan : “Jenderal, perang modern bukan adu senjata. Adu siapa paling cepat mutar OODA. Koruptor mutar OODA buat ngumpetin duit. Kita harus mutar OODA lebih cepat buat nyiduk dia.”
VI. PENUTUP : Demikian…salam hormat dan tetap semangat Sbp…JAS MERAH. OODA CEPAT + PDCA TELITI + POEC RAPI = KORUPTOR KEOK
Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.





