KN. “Iran baru saja mempublikasikan citra perdana dari satelit beresolusi tinggi “Khayyam”, hasil rekayasa para insinyur mereka sendiri yang diluncurkan dengan roket Soyuz pada 2022 lalu, satelit itu kini mengirimkan foto yang bikin banyak orang berhenti mengunyah roti, bukan foto kota Teheran, bukan gurun pasir ditanah persia, melainkan pembangkit nuklir “Vogtle” di georgia, Amerika Serikat. Ini Sebuah pilihan yang yang terlalu tepat untuk disebut sebuah kebetulan. Sebagian orang masih melihat ini seperti berita biasa, seolah Iran hanya ingin pamer kamera baru. Padahal, dalam bahasa politik global, ini setara dengan seorang preman pasar yang sudah lama di sikut-sikut, lalu suatu hari datang sambil memperlihatkan catatan berisi daftar siapa yang pernah ngutangi dia masalah. Tak perlu berteriak, tinggal menunjukkan saja buku kecil itu, dan semua orang akan paham maksudnya. Setelah fasilitas nuklir Iran dihajar puluhan Tomhawk oleh AS, publikasi foto ini seolah Iran berkata “Kalau mau main begitu, sekarang kami juga punya mata dari langit dan kami tahu anda menyimpan apa saja di pojok lapangan”. Ini bukan ancaman eksplisit, tetapi sebuah sinyal yang didalam dunia inteligen jauh lebih menohok dari pada pidato marah dua menit. Jika dibaca lebih teliti, ada beberapa pertanyaan retoris yang pantas diajukan :
Pertama, bagaimana mungkin negara yang belasan tahun ditekan sanksi justru berhasil mengembangkan teknologi pengintai dengan presisi tinggi?
Kedua, kenapa negara yang paling alergi diawasi selalu menganggap wajar ketika justeru merekalah yang memegang kamera?
Ketiga, sejak kapan istilah “Keamanan global” berarti hanya satu pihak yang boleh memegang pentungan?
Keempat, jika semua negara sama-sama ingin sebuah stabilitas, mengapa justru ada yang panik ketika pihak lain punya kemampuan yang setara
#publikdunia#








