Sinergi Tiga Instansi: Kopdes Merah Putih Purworejo Jadi Pilot Project Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

KN-PURWOREJO, Pemerintah melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga resmi meluncurkan (kick off) Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Dukuhrejo di Kabupaten Purworejo, Sabtu (14/2). Program ini mengintegrasikan Koperasi Desa dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Sembako sebagai strategi mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem menuju kemandirian ekonomi.
​Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko.
​Koperasi Sebagai Instrumen “Naik Kelas”
​Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih bukan sekadar tempat menjual kebutuhan pokok bersubsidi, melainkan instrumen strategis agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa “naik kelas”.
​”Kopdes ini harus menjadi offtaker atau penampung produk masyarakat, seperti telur ayam dari bantuan Kemensos. Dengan menjadi anggota, warga akan mendapat tambahan pendapatan dari Sisa Hasil Usaha (SHU),” ujar Menkop Ferry.
​Model kolaborasi ini rencananya akan diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia untuk mendorong warga dari desil terbawah (kemiskinan ekstrem) meningkat menjadi keluarga sejahtera.
​Target Graduasi Mandiri
​Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menambahkan bahwa bantuan sosial sifatnya sementara untuk menjaga rakyat agar tidak jatuh, namun koperasilah yang akan membantu mereka bangkit. Ia menargetkan peningkatan jumlah KPM yang lulus (graduasi) dari program bantuan karena telah mandiri secara ekonomi.
​Pencapaian Tahun Lalu: 1.000 KPM di Purworejo berhasil graduasi.
​Target Tahun Depan: 3.000 KPM diharapkan lulus mandiri.
​”Presiden mengarahkan agar keluarga usia produktif tidak boleh kehilangan semangat. Mereka harus terdorong menjadi anggota koperasi desa agar lebih berdaya,” tegas Mensos.
​Agenda Prioritas Nasional
​Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menyatakan bahwa pengentasan kemiskinan adalah prioritas nasional. BP Taskin tengah merumuskan pendekatan program anti-inflasi agar seluruh bantuan dari berbagai kementerian saling terhubung dan efektif memutus rantai kemiskinan.
​Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, menyambut baik penunjukan wilayahnya sebagai lokasi pilot project. Ia berkomitmen memastikan operasional Kopdes berjalan konsisten guna menopang ekonomi kerakyatan di Purworejo.

Sumber foto: Suara Merdeka

 

Related Posts

Naik Perahu Klotok, Wapres Gibran Tinjau Proyek Jembatan Way Bungur di Lampung Timur

KN-LAMPUNG TIMUR – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Timur pada Rabu (15/7/2026). Ini merupakan kunjungan kedua Wapres ke “Bumei Tuwah Bepadan”…

Tuntut Transparansi Anggaran Bencana Rp36 Miliar, Aliansi Pemuda Pidie Jaya Surati Bupati

KN-MEUREUDU – Aliansi Pemuda Pidie Jaya mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya untuk membuka secara transparan dokumen penggunaan anggaran penanggulangan bencana senilai total Rp36 miliar. ​Desakan tersebut disampaikan melalui surat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *