Perkuat Kemitraan Strategis, Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan Wakil Dubes Belanda

KN-BANDA ACEH — Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, menerima kunjungan resmi Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Rabu (6/5/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pembangunan berkelanjutan di Tanah Rencong.

​Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menyebutkan bahwa diskusi kedua pihak mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari investasi, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi kawasan.

​Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan dan Lingkungan

​Dalam kunjungannya, Adriaan Palm menegaskan bahwa Pemerintah Belanda ingin meningkatkan level kerja sama dari sekadar bantuan darurat menuju tahap pemulihan jangka panjang dan pembangunan kembali.

​”Kami telah terlibat dalam penanganan banjir melalui Dutch Relief Alliance. Namun, kini saatnya melangkah ke tahap berikutnya, yaitu pemulihan dan pembangunan kembali,” ujar Adriaan. Ia menyoroti potensi besar Aceh di sektor:

  • ​Tata Kelola Air: Memperbaiki aliran air untuk mencegah bencana.
  • ​Pertanian: Mengembangkan sektor agraria yang berkelanjutan.
  • ​Lingkungan Hidup: Pengelolaan alam yang lebih baik demi masa depan.

​Adriaan juga menekankan bahwa hubungan Aceh dan Belanda tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga ikatan budaya yang kuat dan sejarah yang panjang.

​Refleksi Sejarah dan Masa Depan Aceh

​Wali Nanggroe, yang didampingi Staf Khusus Dr. Muhammad Raviq, menyambut baik komitmen Belanda. Keduanya sempat merefleksikan hubungan historis Aceh-Belanda, termasuk momentum rekonstruksi pasca-tsunami 2004 yang menjadi tonggak penting kemitraan kemanusiaan kedua belah pihak.

​”Kami banyak memperbincangkan bagaimana Aceh dan Belanda bisa bekerja sama, terutama dalam sektor pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Wali Nanggroe.

​Tindak Lanjut Lapangan

​Sebagai langkah konkret dari pertemuan ini, delegasi Kerajaan Belanda dijadwalkan akan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk menilai kebutuhan riil di masyarakat serta mengidentifikasi peluang kerja sama lanjutan yang lebih spesifik.

​Pertemuan ini diakhiri dengan penegasan komitmen kedua belah pihak untuk membangun hubungan kemitraan jangka panjang yang berlandaskan azas saling menghormati dan kepentingan bersama demi Aceh yang lebih maju.

Related Posts

Berjuang Bersama ke Pusat untuk Kesejahteraan Rakyat

Oleh: Amril Jambak KN-Pekanbaru, Pemotongan anggaran dari Pemerintah Pusat ke daerah bukan sekadar persoalan angka dalam dokumen APBN dan APBD. Di balik berkurangnya transfer ke daerah, ada pembangunan yang harus…

Ribuan Buruh Gelar Aksi di Berbagai Provinsi, Menyuarakan Kenaikan Upah Minimum Dan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan

KN-Jakarta, Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Suparno, menyampaikan bahwa buruh menggelar aksi serentak di berbagai daerah pada 1 Oktober 2026 untuk menyuarakan kenaikan upah minimum tahun 2027 dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *