Polemik Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh sengaja digiring untuk mengalihkan perhatian atas kegagalan Muzakkir Manaf?

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Banda Aceh Abdul Rafur menilai polemik soal Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh sengaja digiring untuk mengalihkan perhatian publik atas kegagalan Muzakkir Manaf (Mualem) sebagai Gubernur Aceh.

“Saya menilai ini sengaja disetting agar masyarakat terfokus pada isu JKA sehingga tetutup isu lain dari kegagalan Gubernur Mualem dalam memimpin Aceh,” katanya

Rafur meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan saling menyalahkan, khususnya dengan menyerang Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh. Menurutnya, tidak logis jika Sekda mengambil keputusan strategis terkait anggaran tanpa persetujuan pimpinan.

“Tidak mungkin Sekda berani mengotak-atik anggaran tanpa persetujuan atasan. Dalam hal ini tentu saja gubernur. Sekda itu bekerja di bawah pimpinan, jadi jangan sampai masyarakat salah sasaran,” tegasnya.

Rafur menilai narasi yang berkembang saat ini berpotensi memecah belah masyarakat. Oleh karena itu, ia mengimbau agar publik tidak mudah diadu domba oleh isu-isu yang belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.

“Masyarakat jangan mau diadu domba. Jangan hanya menyerang satu pihak tanpa melihat persoalan secara utuh,” katanya.

Rafur juga menegaskan bahwa polemik JKA harus dilihat secara objektif dan transparan. Pemerintah, kata dia, perlu memberikan penjelasan yang jernih agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.

Menurut Rafur, jika memang terjadi perubahan atau penyesuaian anggaran, maka hal tersebut harus disampaikan secara terbuka, termasuk alasan dan dasar kebijakan yang diambil.

“Kalau ada kebijakan pemotongan atau perubahan anggaran, jelaskan ke publik. Jangan sampai muncul kesan seolah-olah ada yang ditutup-tutupi,” pungkasnya.

  • Related Posts

    BEM UI Gelar Uji Kompetensi Kabinet Bayangan: Kritisi Oligarki dan Suarakan “Rebut Kembali Kemerdekaan”

    KN-DEPOK, Aliansi BEM Universitas Indonesia (UI) menggelar agenda Uji Kompetensi dan Kepatutan Kabinet Bayangan di Makara Art Center UI, Depok, pada Kamis (13/8/2026). Dipandu oleh Alexander Farrel Ardan (Wakil Kepala…

    JAMAN BUNG KARNO ADA : SEBAPI (SEMBILAN BAHAN POKOK INDOKTRINASI),  DIALEKTIKA, ROMANTIKA POLITIK,  PEMBANGUNAN SEMESTA BERENCANA 25 TAHUN, SEDANGKAN JAMAN PAK HARTO ADA : P4,  DWI FUNGSI ABRI DAN GBHN

    KN-JAKARTA, MARI KITA BEDAH BERSAMA…Sbp. ​INI SEJARAH YANG JADI CERMIN : ​Saya Sbp ajak kita lihat 2 era besar. Tujuannya 1: Mencari benang merah untuk hari ini. ​BEDAH 2 ERA…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *