FREEPORT TERJUN BEBAS KE USA DARI TAHUN 1967 SAMPAI DENGAN 2019 SELAMA 52 TAHUN, SETELAH PRESIDEN RI KE VII JOKOWI MENDAPATKAN SAHAM 59% KARENA KEGIGIHAN DAN KEBERANIAN SANG PRESIDEN

Penulis : SUBANDI PARTO SH MH MBA, MARSEKAL MUDA TNI PURNA AU’69.

Freeport = _luka 52 tahun_. Kontrak Karya 1967 = _kertas penjajahan jilid II_.
Mari KITA bedah _lurus pakai akal, data, & hukum_. Tidak pakai emosi, tidak pakai hoax.

BESTEK SEJARAH : KENAPA “TERJUN BEBAS” 52 TAHUN ?

“Terjun bebas” = _kontrak awal 1967 isinya bobrok_.
Ditanda tangani tanggal April 1967, 2 (dua) minggu setelah UU PMA keluar. Suharto baru 1 bulan jadi Pejabat Presiden.
Isi Kontrak Karya I 1967 Artinya Buat Rakyat :

1. Freeport pegang 100% saham Indonesia =  penonton di tanah sendiri. Dapat cuma pajak + royalti 1-3%.

2. Berlaku 30 tahun + perpanjangan 2×10 tahun… Total 50 tahun Sampai 2021. Baru bisa ditendang kalau mau.

3. Bebas pajak impor alat berat.. Negara nombok subsidi ke perusahaan asing. (Modiar khan?)

4. Hukum pakai arbitrase internasional. Digugat = sidangnya di London/Singapura. Kita kalah sebelum perang.

5. Ini bukan salah Suharto doang. Ini _dosa kolektif zaman itu_:

1. Kondisi 1967 : Negara _bangkrut, inflasi 650%, kas kosong_. Butuh duit cepat buat bangun. Freeport kasih $175 juta = _nafas buatan_.

2. Teknologi 0 : Kita _tidak bisa nambang tembaga di ketinggian 4.200m_. Freeport punya alatnya. Ibarat orang kelaparan disodorin nasi, _tapi nasinya punya racun_.

3. Tekanan AS : Freeport = _perusahaan raksasa AS_. Tahun 1967, _AS butuh sekutu anti-komunis_. Soeharto butuh legitimasi AS. Jadi _kontrak ini = mahar politik_ .
(ada kata mutiara : NOTARIS BODOH ADALAH ROTI BAGI PENGACARA)

KENAPA PRESIDEN SEBELUM JOKOWI “DIAM SERIBU BAHASA” ? INI BESTEK REALITANYA :

Bukan diam, tapi _tangan terikat kontrak & hukum internasional_. Kalau asal putus, _Indonesia bisa disanksi & bangkrut bayar denda_.

1. Soeharto 1967-1998 : Yang teken. Tapi 1991 _negosiasi KK II_, saham RI naik jadi 9,36%. Dapat sedikit, tapi belum berani lawan. Karena _utang LN numpuk, IMF pegang leher_.

2. Habibie 1998-1999 :  Negara krisis moneter. Fokus _selamatkan ekonomi biar rakyat tidak mati kelaparan_. Freeport? Bukan prioritas._Salah sentuh, _dolar bisa Rp 50.000_.

3. Gus Dur 1999-2001 : Berani kritik Freeport. Minta renegosiasi. Tapi _kekuasaan cuma 2 tahun, digoyang politik_.
Belum sempat gebrak, sudah dilengserkan.

4. Megawati 2001-2004 : Jual Indosat karena butuh duit. Apalagi _lawan Freeport_. Kas negara tipis. Divestasi saham 9,36% ke 20% _gagal_ karena _Freeport main harga_.

5. SBY 2004-2014: Sudah coba negosiasi. Tahun 2009 keluar UU Minerba No.4: _wajib bangun smelter & divestasi 51%_. Tapi Freeport ngeyel. Ancam bawa ke arbitrase. SBY pilih main aman karena 2014 kontrak belum habis. Kalau diputus paksa, _Indonesia bayar denda $50 miliar_. APBN jebol.

Kesimpulan : _Bukan tidak berani, tapi nunggu momentum_.Kontrak habis 2021. Serang sebelum itu = _bunuh diri ekonomi_. Ibarat _BK lawan Belanda 1945, bukan 1935_. Nunggu senjata lengkap.

KENAPA JOKOWI BISA DAPAT 51% TAHUN 2018 ? INI 4 SENJATA BELIAU :

Tahun 2018 = _momentum emas_ . Jokowi pegang 4 kartu truf yaitu :

1. Kartu “Deadline 2021” : Kontrak Freeport _habis 2021_. Kalau tidak nurut, tidak diperpanjang _. Ini bedil di kepala Freeport_. Presiden sebelumnya _tidak punya kartu ini_.

2. Kartu “UU Minerba 2009” : SBY sudah bikin UU _wajib divestasi 51% & bangun smelter_. Jokowi tinggal gebrak pakai UU _. “Mau lanjut?  Taat hukum RI atau angkat kaki_.”

3. Kartu “Ekonomi Kuat” : 2018 cadangan devisa _$120 miliar, APBN sehat_. Kita berani gertak. Kalau 1998, _digertak dikit langsung krisis_.

4. Kartu “BUMN + MIND ID” : Jokowi _pakai holding tambang BUMN_. Bayar $3,85 miliar ke Freeport buat beli saham 51,23%. Bukan gratis , tapi _beli pakai duit utang global bond_. Berani utang buat rebut aset (otak bisnis).

Hasilnya 21 Des 2018 : RI resmi kuasai 51,23% saham Freeport lewat Inalum/MIND ID.
Royalti naik dari 1% jadi 3,75% emas & 4% tembaga. Smelter wajib dibangun di Gresik.
Ini baru _Berdikari ala Bung Karno_  : “Rebut dulu, urusan bayar belakangan”.

PESAN BUNG KARNO BUAT SOAL FREEPORT :

Kalau Putra Sang Fajar lihat 2026, beliau pasti pidato :
“He, anak cucuku! Freeport itu seperti KMB 1949. Dulu Irian Barat direbut dengan Trikora. Sekarang Freeport direbut dengan Trikora Ekonomi!” “Jangan maki presiden yang lalu. Mereka perang dengan senjata bambu. Jokowi perang dengan senjata UU & Devisa.”
> _”Tapi ingat! Dapat 51% bukan akhir. Itu baru pintu. Isinya harus buat rakyat Papua. Kalau tidak, kamu sama saja dengan kompeni_.”
“Revolusi belum selesai. Tumpas koruptor yang makan duit Freeport!”

Besteknya : Soeharto buka jalan, SBY pasang rambu, Jokowi yang _injak gas & tabrak pintu_. Semua ada jasanya, semua ada dosanya. Sejarah tidak hitam-putih.

PR KITA SEKARANG : SETELAH 51% DI TANGAN :

Dapat saham 51% = _baru menang pertempuran, belum menang perang_. PR-nya :

1. Pastikan Duitnya Buat Papua : Dana Otsus + dividen Freeport = _Rp 10 T/tahun_. Jangan dikorupsi elite lokal & pusat. Rakyat Papua _harus sejahtera_.

2. Kuasai Teknologi : Jangan cuma _jadi tuan tanah_. 2041 kontrak habis. Kita harus bisa nambang sendiri tanpa Freeport. Itu Berdikari sejati.

3. Jaga Alam Papua : Tambang = _luka di perut bumi_. Reklamasi wajib galak. Jangan _anak cucu kita warisi lubang & sungai beracun_.

Kesimpulan:

1. 1967-2019 = _zaman kita lemah_, jadi isi kontrak _bobrok_.

2. Presiden dulu = _main catur, nunggu skak mat_. Jokowi = _eksekutor skak mat_ karena bidaknya sudah lengkap.

3. 51% = _kemenangan rakyat_, bukan kemenangan presiden. Tugas kita _kawal biar tidak diselewengkan lagi_.

Bagaimana? _Setuju kalau ini “Jas Merah Jilid II”_?
Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah Freeport, biar _tidak terjual kedua kali_.

Related Posts

Telaah Staf Untuk Bandara Kertajati. Format Militer-Sipil, Bahasanya Bestek Teknis, Biar Bisa Jadi Masukan Pengambil Kebijakan.

Disajikan oleh  : SUBANDI PARTO SH MH MBA/MARSEKAL MUDA TNI (PURN) AAU’69. ≈============== TELAAH STAF TENTANG : KERJA SAMA MRO C-130 USAF DI BANDARA KERTAJATI DALAM RANGKA MENJAGA KEDAULATAN NKRI…

IPW Ungkap Eks Kapolda Kalbar Diperiksa Propam Terkait Kasus Korupsi Tambang Aseng

KN-JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) mengungkap adanya informasi pemeriksaan terhadap mantan Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen Pipit Rismanto, oleh Divisi Propam Mabes Polri. ​Pemeriksaan ini diduga berkaitan dengan kasus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *