KN-JAKARTA — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) yang dikomandoi oleh Abdimaludin menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung BSI Tower, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) siang.
Dalam aksinya massa membawa sejumlah poster bernada kritik tajam ikut dipamerkan oleh mahasiswa, di antaranya:
“Indonesia Takut Generasi Pintar Daripada Generasi Kenyang”
“Jika Rupiah Melemah Kita Kuatkan Perlawanan Ke Pemerintah”
“Merah Putih Benderaku Hitam Kelam Koperasiku Mana Transparansi Pengurus”
“Beware Of Dog Pejabat Tidak Friendly Dengan Rakyat!!!”
Soroti Pelemahan Rupiah dan Program Makan Gratis

Dalam orasinya, orator BEM UBK menyoroti kondisi perekonomian nasional yang dinilai kian menyulitkan masyarakat kecil akibat tidak stabilnya nilai tukar mata uang dalam negeri.
Mahasiswa mendesak otoritas moneter untuk segera mengambil langkah taktis.
“Program-program yang sekarang ini semakin hari semakin menyulitkan masyarakat. Para pengambil keputusan hanya merugikan salah satu sisi. Oleh karena itu, kami meminta Gubernur Bank Indonesia agar segera bekerja semaksimal mungkin untuk meningkatkan nilai rupiah demi kedaulatan bangsa Indonesia,” teriak orator dari atas mobil komando.
Kritik keras juga diarahkan pada prioritas anggaran negara. Mahasiswa menilai program pemenuhan pangan seremonial tidak boleh mengorbankan sektor substantif seperti pendidikan berkualitas.
“Perubahan tidak akan pernah terjadi apabila hari ini kita hanya diam. Suara kita hari ini adalah harapan bagi anak bangsa yang ingin mendapatkan hidup yang layak. Jika kita hanya diam, itu adalah pengkhianatan terhadap masa depan bangsa!” tegasnya.
6 Poin Tuntutan Utama BEM UBK
Ada enam poin tuntutan krusial yang dibawa oleh massa aksi dalam demonstrasi kali ini:
Evaluasi Program Nasional: Mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara waktu dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih.
Reformasi Regulasi Polri: Mendesak peninjauan kembali secara total terhadap revisi Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia.
Supremasi Sipil: Menuntut dihentikannya praktik militerisme dan menegakkan supremasi sipil di ranah publik.
Stabilitas Ekonomi: Mendesak pemerintah mengambil langkah strategis yang konkret untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Pendidikan Inklusif: Meminta jaminan hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, serta terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
Batalkan Kenaikan BBM: Menuntut pemerintah meninjau kembali kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai mencekik ekonomi masyarakat.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di salah satu kawasan ring satu ibu kota tersebut berjalan di bawah pengawalan ketat aparat keamanan demi mengantisipasi kemacetan lalu lintas di jalur Medan Merdeka Selatan.






