KN-JAKARTA – Aliansi Cipayung Jakarta Barat secara resmi mengeluarkan seruan konsolidasi dan menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dalam waktu dekat. Sikap tegas ini diambil sebagai respons atas kondisi politik, ekonomi, dan demokrasi di Indonesia yang dinilai tengah menghadapi tantangan serta tekanan yang sangat serius.
Aliansi yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi mahasiswa besar ini terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jakarta Barat, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Barat, HMI Dipo Jakarta Barat, HMI MPO Jakarta Barat, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Barat, dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jakarta Barat.
Dalam pernyataan resminya, aliansi menyoroti tajam beberapa persoalan krusial yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak, mulai dari tidak stabilnya perekonomian nasional, meningkatnya beban hidup masyarakat, hingga belum optimalnya perhatian negara terhadap kesejahteraan guru dan tenaga pendidik.
“Pemerintah harus segera melakukan langkah konkret dalam memulihkan kondisi ekonomi nasional dan menurunkan beban harga kebutuhan masyarakat, termasuk harga BBM,” tulis perwakilan aliansi dalam keterangan tertulisnya.
Selain isu ekonomi, aliansi juga mendesak dilakukannya evaluasi total terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) agar berjalan lebih transparan dan akuntabel. Mereka juga menuntut penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif berbasis meritokrasi melalui evaluasi struktur kabinet yang dinilai mendesak.
Soroti Pemberantasan Korupsi dan Pembatasan Demokrasi
Di sektor hukum dan ham, Aliansi Cipayung Jakarta Barat mengkritik keras masih tingginya praktik korupsi yang menghambat laju pembangunan. Mereka menuntut pemerintah dan DPR untuk mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai instrumen utama pemberantasan korupsi, dengan tetap menjamin partisipasi publik yang bermakna (meaningful participation).
Lebih lanjut, mahasiswa mengutuk keras segala bentuk tindakan represif, kriminalisasi, serta pembatasan ruang demokrasi terhadap aktivis mahasiswa maupun masyarakat sipil yang menyuarakan aspirasi. Pihak aliansi juga memberikan catatan kritis terhadap pembahasan regulasi keamanan negara saat ini.
“Kami menegaskan untuk menjaga tegaknya supremasi sipil dan memastikan pembahasan RUU POLRI serta RUU TNI tidak menjadi sarana perluasan kewenangan yang berpotensi melemahkan kontrol masyarakat sipil, hak asasi manusia, dan prinsip-prinsip negara demokrasi,” tegas mereka.
Siap Turun ke Jalan
Menutup pernyataan sikap tersebut, Aliansi Cipayung Jakarta Barat menyerukan kepada seluruh elemen gerakan untuk merapatkan barisan guna menyuarakan aspirasi langsung di jalanan.
”Dengan ini, kami Aliansi Cipayung Jakarta Barat menyerukan bahwa akan melakukan aksi unjuk rasa dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” bunyi penutup seruan tersebut diiringi pekikan, “Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Hidup perempuan yang terus melawan!”






