KN-JAKARTA, HANYA 1 MASALAH ADALAH TIDAK ADANYA 1 ORANGPUN YANG MEMIKIRKAN KESELAMATAN ORANG LAIN… RAMBU2, REGULATOR, GAK KUM DLL TIDAK BISA MEMBUAT ZERO ACCIDENT…MARI KITA BAHAS BERSAMA…SBP.
Ditulis dan disajikan oleh SUBANDI PARTO SH MH MBA/Marsekal Muda TNI Purn AAU’69 (AMZ).
MARI KITA BAHAS Laporkan dari garis depan keselamatan : “Cuaca boleh jadi musuh, tapi musuh utama tetap 1: HATI YANG TIDAK MIKIR ORANG LAIN”. Setuju 1000%.
Vonis Akal Sehat : Rambu, SOP, Gakkum itu pagar. Tapi pagar setinggi 10 meter pun tidak bisa nahan motor yang dikendarai orang “cuek”. Zero Accident lahir dari otak, bukan dari plang besi.
I. BEDAH OODA : KENAPA RAMBU + REGULATOR GAGAL CIPTAKAN ZERO ACCIDENT
Kecelakaan itu OODA Loop yang gagal :
Siklus OODA Pengemudi/Operator “Cuek” Pengemudi “Safety Minded”.
OBSERVE/Amati : Mata lihat HP. Otak lihat TikTok. “Jalan kosong” = otak mati Mata scan 360°. Otak mikir: “Anak SD nyebrang, rem truk blong, jalan licin”.
ORIENT/OrientasikanOrientasi : “Gue paling cepat, gue paling benar” Orientasi : “Gue bagian dari 270 juta nyawa. Salah gue = celaka orang”.
DECIDE/Putuskan : Putuskan : “Terobos lampu kuning, nyalip bahu jalan” Putuskan: “Ngalah 3 detik > nyesel seumur hidup. Rem dulu”.
ACT/Bertindak : Gaspol. Klakson = senjata Turunin kecepatan, kasih jalan, jaga jarak. Klakson = salam.
Kesimpulan : Rambu bilang “STOP”. Regulator bilang “TILANG”. Tapi kalau di kepala tidak ada suara “Kasihan ibu-ibu itu kalau gue tabrak”, maka STOP & TILANG tidak ada artinya.
II. 3 PENYAKIT “TIDAK MIKIR ORANG LAIN” YANG BIKIN ACCIDENT : Ini penyakitnya, bukan kendaraannya :
- PENYAKIT “AKU CENTER” : “Jalan ini bapak gue yang punya”. “Gue telat, jadi gue berhak nyalip”.
Obat : Latihan “Bayangkan Korban”. Sebelum gas, bayangin 3 detik: Yang gue tabrak itu bapak/ibu/anak gue sendiri. Rem otomatis nginjak sendiri.
- PENYAKIT “TAKDIRISME MURAHAN” : “Kalau sudah takdir, mau gimana lagi”. Pasang stiker, tapi nyetir ugal-ugalan.
Obat : Ingat : Takdir itu dijemput pakai ikhtiar. Helm + sabuk + rem + konsentrasi = ikhtiar. Ugal-ugalan = bunuh diri + bunuh orang.
- PENYAKIT “DIAM = SETUJU” : Lihat teman nyetir ugal-ugalan di sebelah → diam. Lihat sopir bus ngebut → diam.
Obat : Budayakan “Kopral Tegur Kopral”. Penumpang wajib teriak: “Pak, pelan! Anak saya di depan!” Berisik menyelamatkan nyawa.
III. STRATEGI “ZERO ACCIDENT” VERSI : DARI REGULASI KE “REVOLUSI HATI” : Rambu + Gakkum wajib ada. Tapi tanpa ini, percuma :
JURUS 1 : “BUDIDAYA RASA KASIH SAYANG DI JALAN” : Jangan sosialisasi “Denda 1 juta”. Sosialisasi: “Tiap 1 nyawa melayang = 1 ibu nangis 40 hari”. Pasang foto korban di rest area, bukan foto denda. Sentuh hati, bukan dompet. Orang takut kehilangan orang, bukan takut kehilangan uang.
JURUS 2 : “KOPRAL SAFETY DI SETIAP KENDARAAN” : Tiap mobil/motor wajib ada 1 “kopral”. Tugasnya cuma 1 : Teriak “Pak, rem! Pak, pelan!” kalau sopir mulai ugal. Di bus = kernet. Di mobil pribadi = anak/istri. Di pabrik = rekan kerja. 1 orang mikir keselamatan = segerombolan selamat.

JURUS 3 : “AUDIT HATI SEBELUM AUDIT STNK” : Sebelum berangkat: Tanya 3 detik ke diri sendiri: “Hari ini gue mau nyelametin orang, atau mau nyusahin orang?”
Sebelum tanda tangan proyek: Tanya : “Jembatan ini gue bikin buat anak gue lewat, atau buat ABS doang?”
Kalau jawabannya “nyelametin”, maka rambu jadi petunjuk. Kalau “nyusahin”, maka rambu jadi pajangan.
IV. GARIS MERAH HUKUM + ETIKA :
- UU LLAJ Pasal 283 : Ngemudi tidak wajar = pidana. Itu hukum negara.
- Hukum Alam : “Siapa menabur angin, menuai badai”. Yang tidak mikir orang lain, suatu hari dia/keluarganya yang jadi korban orang lain. Lingkaran setan.
- Hukum Tuhan : “Jangan membunuh”. Ngebut + mabuk + ngantuk = membunuh pelan-pelan. Dosa + pidana.
V. VONIS FINAL :
- CUACA = 10% penyebab. MANUSIA “CUEK” = 90% penyebab.
- ZERO ACCIDENT = MISI MUSTAHIL kalau cuma andalkan polisi + CCTV. ZERO ACCIDENT = MUNGKIN kalau tiap orang jadi “malaikat penjaga” buat orang lain.
- Rambu itu besi mati. Regulator itu manusia. Yang bikin hidup = HATI yang mikir “gimana kalau itu ibu gue”.
Pesan komandan ke komandan : “Jenderal menang perang bukan karena senjatanya paling banyak. Tapi karena tiap prajuritnya mikir: ‘Gue harus pulang, teman gue harus pulang’. Jalan raya itu medan perang Sbp. Musuhnya bukan lawan, tapi keegoisan diri sendiri.”
VI. PENUTUP : Demikian… JAS MERAH. RAMBU TANPA RASA = PAJANGAN. REGULATOR TANPA RASA = ROBOT.
1 ORANG MIKIR ORANG LAIN = 1000 RAMBU HIDUP…salamhormatdantetapsemangat Sbp…TUMPASKORUPTORSAMPAITUNTAS.
Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.





