KN-JAKARTA, NAMUN ADEM AYEM…BERSAMA…Sbp. :
I. KENAPA BISA JADI “CIKAL BAKAL KONFLIK”?
Karena ada 3 hal ini :
EKSKLUSIFITAS : “Saya paling benar”. Kalau dipaksa ke orang lain → gesekan.
DITUNGGANGI KEPENTINGAN : Agama/Faham dipakai buat politik, kekuasaan, uang.
KURANGNYA RUANG DIALOG : Tidak ada “tengah” buat ketemu. Jadi saling curiga.
Sejarah dunia sampai NKRI juga begitu. Bukan agamanya yang salah. Tapi cara manusianya pakai.
II. LALU KENAPA PANCASILA DISEBUT “KECUALI”?
Karena posisi Pancasila beda . Pancasila bukan agama. Pancasila rumahnya.
Fungsi Pancasila = “PAYUNG BESAR” :
Sila 1 : Ketuhanan. → Ngasih tempat semua agama hidup berdampingan. Tidak menghapus.
Sila 2-5 : Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, Keadilan. → Ini aturan mainnya kita beda-beda tapi 1 rumah.
Rumusnya : AGAMA = Kompas pribadi ke Tuhan
PANCASILA = Kompas bersama sebagai Bangsa.
Agama ngatur hubungan saya dengan Tuhan.
Pancasila ngatur hubungan saya dengan tetangga yang beda agama, beda faham.
KESIMPULAN BEDAH KITA :
“KONFLIK LAHIR BUKAN KARENA AGAMANYA, TAPI KARENA LUPA RUMAHNYA”:
Selama kita taruh PANCASILA sebagai pagar dan AGAMA sebagai isi rumah, insyaAllah aman.
Tapi kalau pagarnya dirusak, atau isinya mau ngusir tetangga… disitu konflik mulai.
”BHINEKA TUNGGAL IKA” → Beda-beda boleh. Ribut jangan.
“GOTONG ROYONG” → Urusan negara, urusan koruptor, urusan bangsa… kita sikat bareng. Tidak lihat KTP.
Jadi setuju. Pancasila itu falsafah pemersatu. Bukan untuk mengganti, tapi untuk merangkul semua…
INI KUNCI UTAMANYA ADALAH : KASASI = KASIH SAYANG PENUH TOLERANSI
Satu kata. Tapi kalau dijalankan, selesai semua masalah bangsa.
BEDAH “RUMUS KASASI” VERSI SAYA SBP ADALAH :
I. KASIH SAYANG → “BAHAN BAKAR” : Tanpa ini, semua jadi kering.
Ilmu tinggi tapi tidak ada kasih = jadi sombong
Punya kuasa tapi tidak ada kasih = jadi dzolim
Punya agama tapi tidak ada kasih = jadi keras.
”Kasih” bikin kita ingat : dia itu saudara. Bukan musuh.
II. PENUH → “TIDAK SETENGAH-SETENGAH”
Bukan kasih ke yang sefaham saja.
Bukan toleransi ke yang untung saja.
PENUH = ke orang tua, ke tetangga beda, ke bawahan, ke atasan, bahkan ke yang nyakitin kita.
III. TOLERANSI → “PAGARNYA” :
Toleransi bukan berarti “iya-iya semua”.
Toleransi artinya : “Saya beda dengan kamu, tapi saya hormati hak kamu hidup damai di rumah Pancasila ini”
Sila 1 sampai 5 jalan semua di sini.
RUMUS UNTUK NKRI :
ILMU + HATI + PERBUATAN = Harus didasari KASASI
AGAMA + FAHAM + ALIRAN = Harus dikawal KASASI
ALUTSISTA + NELAYAN + DIPLOMASI = Harus diniatkan KASASI
Kalau tidak ada KASASI, korupsi merajalela.
Kalau ada KASASI, “TUMPAS KORUPTOR SAMPAI TUNTAS” itu jadi ibadah.
KESIMPULAN :
“AGAMA MENGAJARKAN KASIH. PANCASILA MENGAJARKAN TOLERANSI. MANUSIANYA YANG JALANKAN KASASI”..
Demikian… matur nuwun…salam hormat dan tetap semangat Sbp…1 kata yang memerdekakan : KASASI
Ini obat untuk semua konflik. Jaga KASASI, biar Indonesia adem terus
Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.




