PAD Pidie Jaya Amburadul, Lima SKPK Gagal Capai Separuh Target

KN-MEUREUDU – Badan Anggaran (Banggar) DPRK Pidie Jaya menyoroti tajam rendahnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) sepanjang Tahun Anggaran 2025. Sedikitnya, lima SKPK dilaporkan gagal total dalam mencapai bahkan separuh dari target PAD yang telah ditetapkan, dengan capaian terendah merosot hingga 18,41 persen.

​Sorotan tajam tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Banggar DPRK Pidie Jaya, Muhammad Yusuf (Sop Kreh-kroh), saat membacakan laporan hasil pembahasan Rancangan Qanun tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRK Pidie Jaya, Senin (13/07/2026).

​Rapor Merah Pengelolaan PAD

​Dalam laporannya, Banggar menilai pengelolaan dan optimalisasi sumber-sumber PAD pada sejumlah SKPK masih jauh dari kata maksimal sehingga memerlukan evaluasi dan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.

​”Masih terdapat beberapa SKPK yang belum mampu mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah ditetapkan, bahkan sebagian besar realisasinya masih berada di bawah 50 persen dari target,” tegas Muhammad Yusuf.

​Berikut adalah rincian performa realisasi PAD dari masing-masing SKPK sepanjang Tahun Anggaran 2025:

SKPK Pengelola PAD

Realisasi Capaian (%)

Status Capaian

Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata

18,41%

Sangat Rendah (Di bawah 50%)

Disperindagkop

31,26%

Rendah (Di bawah 50%)

Dinas Pekerjaan Umum (PU)

35,11%

Rendah (Di bawah 50%)

Dinas Perkebunan dan Peternakan

37,42%

Rendah (Di bawah 50%)

Dinas Kelautan dan Perikanan

41,67%

Rendah (Di bawah 50%)

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana

75,81%

Cukup

RSUD Pidie Jaya

76,69%

Cukup

Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK)

81,69%

Baik

Dinas Perhubungan

86,46%

Baik

Dinas Pertanian dan Pangan

103,43%

Melampaui Target

Sekretariat Baitul Mal

112,52%

Melampaui Target

Peringatan untuk Pemerintahan Baru
​Banggar mengingatkan bahwa masalah rendahnya realisasi PAD ini merupakan persoalan klasik yang terus berulang setiap tahunnya.

Sebagai tahun pertama pertanggungjawaban di bawah kepemimpinan Bupati Pidie Jaya periode 2025–2030, para kepala SKPK dituntut untuk segera keluar dari zona nyaman dan melakukan terobosan guna mendongkrak pendapatan daerah.

Atas dasar rapor merah tersebut, Banggar DPRK Pidie Jaya merekomendasikan beberapa langkah tegas kepada Bupati Pidie Jaya:

Evaluasi Total Kinerja: Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas dan kinerja para kepala SKPK yang gagal mencapai target PAD.

Formulasi Strategi Baru: Menyusun strategi peningkatan pendapatan yang lebih realistis dan adaptif berdasarkan potensi riil di masing-masing sektor.
​Perkuat Sinergi Fiskal: Meningkatkan kualitas koordinasi koordinatif antara Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) dan BPKK guna memperkuat kapasitas fiskal daerah pada tahun anggaran mendatang.

  • Related Posts

    ​YLBHI Desak Pelaksanaan Putusan MK Soal Peradilan Militer Segera Dilakukan Tanpa Menunggu 2 Tahun

    KN-JAKARTA — Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak pemerintah dan lembaga penegak hukum untuk segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-Undang Peradilan Militer. Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, menegaskan…

    Polemik Ijazah Berlanjut, Politikus PSI Bandingkan Jokowi dengan Megawati, SBY, dan Prabowo

    KN-JAKARTA — Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, memberikan pembelaan terhadap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah bergulirnya polemik isu ijazah yang menyeret nama Jokowi dan Wakil…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *