QS. Ibrahim (14): 39-40
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Terjemahan
> Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua Ismail dan Ishaq. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang tetap melaksanakan salat dan demikian pula sebagian dari keturunanku. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
Tadabbur
Nabi Ibrahim عليه السلام mengajarkan kepada kita bahwa nikmat keluarga bukan hanya untuk disyukuri, tetapi juga untuk dijaga dengan doa.
Setelah Allah menganugerahkan Ismail dan Ishaq, beliau tidak hanya memuji Allah atas hadirnya anak-anak dalam kehidupannya. Beliau justru memohon sesuatu yang jauh lebih penting agar dirinya dan keturunannya menjadi orang-orang yang mendirikan salat.
Ini menjadi pengingat bahwa ketika kita memohon pasangan, anak, keluarga, rezeki, atau kehidupan yang baik, jangan berhenti pada permintaan duniawi. Mintalah pula agar semua itu menjadi jalan menuju ketaatan, bukan sebab kita semakin jauh dari Allah.
Terlebih dalam membangun rumah tangga, kita tidak hanya membutuhkan cinta dan kecukupan. Kita membutuhkan iman, salat, kesabaran, dan keberkahan.
Maka salah satu doa terbaik untuk keluarga bukan hanya:
“Ya Allah, bahagiakan keluargaku.”
Tetapi:
“Ya Allah, jadikan aku dan keluargaku orang-orang yang senantiasa mendirikan salat dan taat kepada-Mu.”
Karena jika Allah menjaga agama sebuah keluarga, insya Allah Dia akan menjaga keluarga itu dalam berbagai keadaan.
Dan ketika doa kita belum terwujud sebagaimana yang kita harapkan, ingatlah perkataan Nabi Ibrahim:
إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ
“Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar doa.”
Allah mendengar. Allah mengetahui. Dan Allah tidak pernah menyia-nyiakan doa seorang hamba yang memohon kepada-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631)
Maka, memiliki keluarga bukan hanya tentang kebahagiaan di dunia. Semoga keluarga kita menjadi jalan menuju pahala yang terus mengalir bahkan setelah kita tiada.
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”(HR. Muslim no. 1893)





