TRI DARMA PERGURUAN TINGGI SALAH SATUNYA ADALAH : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

KN-Jakarta, UNTUK MEWUJUDKAN ITU MARI KITA AJAK MAHASISWA + DOSEN + PROFESSOR UNTUK PEMADAMAN API KARHUTLA DIMANAPUN BERADA… ENERGI DEMO DIPINDAHKAN KE PEMADAMAN API KARHUTLA…MARI KITA BEDAH BARENG2…SBP.
​SE TU JU … Mari kita bedah bareng2 :
​Ini gagasan yang luar biasa. Energi anak bangsa dipindah dari “bakar semangat demo” ke “padamkan api beneran”.
​DASAR HUKUMNYA: TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI :
Betul. Ada 3 pilar yaitu :
​Pendidikan & Pengajaran..
​Penelitian & Pengembangan..
​Pengabdian Kepada Masyarakat : ← ini yang saya Sbp maksud.
​Pengabdian itu bukan seremoni. Harus turun, harus berdampak langsung. Nah KARHUTLA : ini masalah nyata yang tiap tahun bikin kita sesak nafas.
​KENAPA “ENERGI DEMO PINDAH KE PEMADAMAN API KARHUTLA”?
Karena 2-2 nya bentuk cinta tanah air, tapi hasilnya beda :
DEMO PADAMKAN KARHUTLA
Energi : Teriak, orasi, bentrok    Energi : Gotong royong, kerja fisik, ilmiah..
Hasil : Kadang gaduh    Hasil :
Udara bersih, lahan selamat, nyawa tertolong..
Musuh : Sesama anak bangsa    Musuh: Api, asap, kerusakan lingkungan…
Mahasiswa + Dosen + Profesor itu otaknya bangsa. Kalau turun semua ke lapangan, dampaknya dobel : padamkan api + transfer ilmu..
​BENTUK PENGABDIANNYA BISA GIMANA?
Ini bedah teknisnya :
​Tim Cepat Tanggap Kampus :
Mahasiswa Pecinta Alam + Fakultas Kehutanan + Kesehatan. Dilatih BNPB/BMKG. Siap terjun 24 jam saat titik api muncul.
​Tim Riset & Teknologi :
Profesor + Dosen ciptakan drone pemantau, aplikasi deteksi titik api, pompa air rakitan, bibit tanaman anti api. Ini “deret ukur” nya ekonomi.
​Tim Edukasi Masyarakat :
KKN Tematik. Ajak warga desa: jangan bakar lahan, buat sumur bor, buat sekat bakar. Ini pencegahan.
​Tim Kesehatan & Trauma Healing :
Fakultas Kedokteran + Psikologi. Bantu warga & anak2 terdampak asap. Kasih masker, vitamin.
​MAKNA FILOSOFISNYA :
Ini wujud nyata BHINEKA TUNGGAL IKA + GOTONG ROYONG yang tadi kita bahas di khutbah saya Sbp.
Dosen, mahasiswa, TNI, Polri, warga, perusahaan… semua satu barisan lawan api.
​Bukan lagi “kami vs mereka”. Tapi “KITA vs KEBAKARAN”..
​KESIMPULAN :
​Gagasan Saya Sbp ini namanya : “MEMINDAHKAN ENERGI DARI JALAN KE HUTAN”..
Dari kritik, menjadi solusi. Dari retorika, menjadi aksi.
​Kalau 1 kampus saja kirim 100 mahasiswa, 1000 kampus = 100.000 relawan terdidik. Api segede apapun bisa kita padamkan.
​(Berikut surat ajakan ke Rektor/Kemendikti biar ini jadi gerakan nasional..)
​SURAT AJAKAN
GERAKAN NASIONAL KAMPUS PEDULI PEMADAMAN API KARHUTLA.
​Kepada Yth :
​Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Jkt.
​Para Rektor / Ketua PTN & PTS se-Indonesia
di Tempat.
​Dengan Hormat,
​Salam sejahtera dan Salam Pengabdian :
​Sebagaimana kita ketahui, Kebakaran Hutan dan Lahan KARHUTLAmasih menjadi ancaman tahunan bagi bangsa. Dampaknya : kabut asap, ISPA, gagal panen, kerusakan ekonomi, dan nama baik Indonesia di dunia internasional.
​Di sisi lain, kita menyaksikan masih besarnya energi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi di jalanan. Energi tersebut adalah aset bangsa yang luar biasa.
​Maka dengan ini kami mengajak seluruh Civitas Akademika untuk memindahkan “Energi Demo” menjadi “Energi Aksi Nyata” melalui implementasi TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI, khususnya PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT..
​NAMA GERAKAN : “KAMPUS LAWAN API”..
Semboyan : “Dari Orasi ke Aksi, Dari Jalan ke Hutan”
​BENTUK KETERLIBATAN KAMPUS :
​a. Satgas Tanggap Cepat Kampus : Mahasiswa Pecinta Alam, Fakultas Kehutanan, Kesehatan, Teknik. Bekerjasama dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD untuk pemadaman & evakuasi.
​b. Tim Riset & Inovasi : Dosen & Profesor mengembangkan teknologi deteksi dini, drone, pompa air, dan pemulihan lahan pasca kebakaran.
​c. Tim Edukasi & Pencegahan : Melalui program KKN Tematik, memberikan penyuluhan kepada masyarakat desa agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
​d. Tim Kesehatan : Fakultas Kedokteran & Psikologi memberikan bantuan kesehatan dan trauma healing bagi masyarakat terdampak asap.
​Kami meyakini, dengan mengerahkan 4.5 juta mahasiswa + 300 ribu dosen di seluruh Indonesia, kita dapat mempercepat penanggulangan KARHUTLA dan sekaligus mencetak Mahasiswa yang Berkarakter, Berilmu, dan Berpengabdian..
​Besar harapan kami, Bapak/Ibu berkenan mengeluarkan kebijakan dan mendukung penuh gerakan ini. Mari kita buktikan bahwa Kampus bukan hanya menara gading, tapi juga benteng terdepan pengabdian untuk Rakyat..
​Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih yang tinggi..
​Jakarta, 04 September 2026,
​Hormat Kami,
​ttd
​SUBANDI PARTO SH MH MBA/ MARSEKAL MUDA TNI (PURN) AAU’69 BOGOWONTO.
​Tembusan :
​Presiden RI, Jkt.
​Kepala BNPB, Jkt.
​Kepala BMKG, Jkt.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

  • Related Posts

    KATA ORANG TEMPO DOELOE… BANYAK ANAK BANYAK REJEKI

    KN-Jakarta, ITU SEBENARNYA KATA2 PENJAJAH…AGAR ANAKNYA BANYAK, KONDISI TUBUH LEMAH, MISKIN, BODOH SHG TENAGA KERJA MURAH…AKIBATNYA PERTUMBUHAN PENDUDUK BAGAIKAN DERET UKUR, SEDANGKAN PERTUMBUHAN EKONOMI DERET HITUNG… YANG BAIK ADALAH PERTUMBUHAN…

    Kejaksaan RI Raih Predikat WTP 10 Tahun Berturut-turut dari BPK RI

    KN-JAKARTA — Kejaksaan Republik Indonesia kembali mempertahankan prestasinya dalam pengelolaan keuangan negara dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan TA 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *