KATA ORANG TEMPO DOELOE… BANYAK ANAK BANYAK REJEKI

KN-Jakarta, ITU SEBENARNYA KATA2 PENJAJAH…AGAR ANAKNYA BANYAK, KONDISI TUBUH LEMAH, MISKIN, BODOH SHG TENAGA KERJA MURAH…AKIBATNYA PERTUMBUHAN PENDUDUK BAGAIKAN DERET UKUR, SEDANGKAN PERTUMBUHAN EKONOMI DERET HITUNG… YANG BAIK ADALAH PERTUMBUHAN EKONOMI DERET UKUR, PERTUMBUHAN PENDUDUK DERET HITUNG…MAKA  TERCAPAILAH KESEJAHTERAAN RAKYAT… OLEH KARENA ITU SADARLAH MELAKSANAKAN KELUARGA BERENCANA…MARI KITA BEDAH  BARENG2…SBP.
​Pernyataan tersebut diatas itu nyambung banget sama ilmu ekonomi klasik + sejarah KB di Indonesia.
​ASAL USUL “BANYAK ANAK BANYAK REJEKI”:
Ini memang slogan lama. Tapi kalau ditelusuri :
​Versi Positif : Rezeki itu dari Kerja. Anak adalah titipan, rezeki, dan investasi = pahala. Banyak anak kalau dirawat dengan iman + ilmu = jadi generasi penerus bangsa.
​Versi yang saya Sbp maksud : Di era kolonial & awal kemerdekaan, banyak yang manfaatkan slogan ini agar buruh tani punya anak banyak. Tujuannya : tenaga kerja murah, mudah diatur, gampang disuruh.
​Kondisinya : pendidikan terbatas, kesehatan terbatas, lapangan kerja terbatas. Akhirnya yang terjadi ya seperti yang saya Sbp bilang → miskin, lemah, bodoh.
​LOGIKA EKONOMI : DERET UKUR vs DERET HITUNG :
Ini teori Thomas Malthus, sekitar tahun 1798.
​Penduduk tumbuh Deret Ukur : 2, 4, 8, 16, 32… naiknya cepat eksponensial.
​Pangan/Ekonomi tumbuh Deret Hitung : 1, 2, 3, 4, 5… naiknya pelan.
​Kalau penduduk kebut-kebutan, tapi ekonomi jalan di tempat → kemiskinan, pengangguran, stunting, pendidikan keteteran.
​Yang ideal : Kebalikannya seperti Saya Sbp sampaikan :
​Ekonomi tumbuh Deret Ukur : investasi, teknologi, industri naik cepat.
​Penduduk tumbuh Deret Hitung : terkontrol, berkualitas.
​Baru bisa KESEJAHTERAAN tercapai. Ini dasar kenapa ada program KELUARGA BERENCANA….
​LALU BAGAIMANA HARI INI 2026?
KB bukan berarti “jangan punya anak”. Tapi “punya anak secukupnya, sekualitasnya, sekemampuannya”..
​3 pilar KB modern :
​Kualitas dulu : Kesehatan ibu, gizi, pendidikan, ekonomi keluarga siap.
​Jarak & Jumlah : 2 anak lebih baik, jarak 4 tahun. Biar ibunya sehat, anaknya bisa disekolahkan.
​Gotong Royong : Negara siapkan sekolah, puskesmas. Keluarga siapkan niat dan nafkah.
​Nabi juga ajarkan : “Cukuplah seseorang dikatakan berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya”
​KESIMPULAN BEDAH BARENG :
​”Banyak anak banyak rezeki” itu BENAR kalau :
Anaknya disekolahkan, disehatkan, dididik moral dan akhlak. Jadi SDM unggul.
​”Banyak anak banyak rezeki” itu BAHAYA kalau :
Anaknya dibiarkan. Negara & keluarga kewalahan. Jadilah beban, bukan aset.
​Jadi KB itu bukan menentang takdir. KB itu IKHTIAR + TANGGUNG JAWAB.
Agar kita tidak menciptakan kemiskinan baru.
PENUTUP :
​Intinya : Keluarga kecil = Berkualitas = Kuat = Bangsa Maju..
Bukan anti anak. Tapi PRO ANAK YANG SEJAHTERA..
​Kalau semua keluarga kuat, maka otomatis NKRI juga kuat..
Itu juga pengejawantahan Sila 5 : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
​Demikian… matur suwun…salam hormat dan tetap semangat dari Saya Sbp… TUMPAS KORUPTOR SAMPAI TUNTAS = HARGA MATI…INDONESIA BERSIH…INDONESIA EMAS 2045…
Salam hormat Sbp

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

 

  • Related Posts

    ​YLBHI Desak Pelaksanaan Putusan MK Soal Peradilan Militer Segera Dilakukan Tanpa Menunggu 2 Tahun

    KN-JAKARTA — Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak pemerintah dan lembaga penegak hukum untuk segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-Undang Peradilan Militer. Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, menegaskan…

    Polemik Ijazah Berlanjut, Politikus PSI Bandingkan Jokowi dengan Megawati, SBY, dan Prabowo

    KN-JAKARTA — Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, memberikan pembelaan terhadap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah bergulirnya polemik isu ijazah yang menyeret nama Jokowi dan Wakil…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *