Polemik Ijazah Berlanjut, Politikus PSI Bandingkan Jokowi dengan Megawati, SBY, dan Prabowo

KN-JAKARTA — Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, memberikan pembelaan terhadap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah bergulirnya polemik isu ijazah yang menyeret nama Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Lewat unggahan di akun X pribadinya, Dedy membandingkan sosok Jokowi dengan sejumlah tokoh bangsa lainnya, seperti Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta Presiden Prabowo Subianto.

Dedy menegaskan bahwa rekam jejak dan pencapaian pembangunan yang telah diukir Jokowi tidak sepatutnya dikesampingkan hanya karena narasi isu ijazah.

“Prestasi sebesar ini dari Jokowi mau dihancurkan hanya lewat isu ijazah oleh orang-orang palsu dan bermasalah,” ujar Dedy Nur Palakka, dikutip Sabtu (17/10/2026).

Soroti Latar Belakang “Orang Biasa dari Kampung”
​Dedy menilai, perjalanan karier politik Jokowi hingga berhasil menduduki kursi Presiden Republik Indonesia merupakan pencapaian luar biasa. Latar belakang Jokowi yang berasal dari masyarakat biasa di daerah dinilai memberi sinyal positif bagi demokrasi Indonesia.

“Come on Kita bisa lebih cerdas dan lebih bermartabat dari ini . Orang biasa Dari kampung,” tulis Dedy. Tapi bisa jadi Presiden RI, jelas ini bukan sesuatu yang biasa-biasa saja.

Ini adalah sinyal baik bagi siapa saja yang punya semangat besar seperti Jokowi dalam urusan membereskan persoalan bangsanya,” tambahnya.

Ia menuturkan bahwa rekam rekam jejak kerja Jokowi telah membuktikan bahwa figur tanpa latar belakang elite tetap mampu membawa Indonesia dihormati di kancah internasional.

“Anda mungkin boleh saja membencinya, tapi tidak akan bisa menghapus jejak kerjanya yang di luar kebiasaan,” tegas Dedy.

Guna memperkuat argumennya, Dedy turut menyertakan unggahan video yang menampilkan potongan pernyataan dari Megawati, SBY, Prabowo, dan Jokowi.

Dalam potongan video tersebut, masing-masing tokoh menyampaikan latar belakang dan pandangannya:
​Megawati Soekarnoputri: “Aku pintar, anak presiden.”
​Susilo Bambang Yudhoyono (SBY): “Saya jenderal, saya mengerti geopolitik, saya mengerti hubungan internasional.”
​Prabowo Subianto: “Saudara-saudara, kalau saya keluar negeri, sebagai Presiden di Indonesia saya sangat dihormati.”
​Joko Widodo (Jokowi): “Saya ini bukan siapa-siapa, saya ini orang kampung.”

Kompilasi cuplikan pernyataan keempat tokoh ini diunggah Dedy sebagai bentuk respons terhadap sorotan publik dan polemik isu ijazah yang belakangan kembali menjadi perbincangan.
​

Foto:

  • Related Posts

    ​YLBHI Desak Pelaksanaan Putusan MK Soal Peradilan Militer Segera Dilakukan Tanpa Menunggu 2 Tahun

    KN-JAKARTA — Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak pemerintah dan lembaga penegak hukum untuk segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-Undang Peradilan Militer. Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, menegaskan…

    Mangkir Dua Kali Panggilan KPK, MAKI Desak Jemput Paksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

    KN-JAKARTA — Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah sepatutnya menerbitkan Surat Perintah Membawa atau tindakan jemput paksa terhadap Menteri Agraria dan Tata…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *