KN-JAKARTA, PERBAIKAN EKONOMI (YANG BAGAIMANA?), PENURUNAN HARGA SEMBAKO DAN BBM (KHAN PENGARUH PERANG ANTARA USA DAN IRAN ?)… MARI KITA BAHAS BERSAMA…SBP.
Ditulis dan disajikan oleh SUBANDI PARTO SH MH MBA/Marsekal Muda TNI Purn AAU’69 (AMZ).
MARI KUTA bedah tuntutan DEMO mahasiswa sampai ke urat nadinya. Kita bedah pakai logika + data, bukan pakai baper 🇮🇩.
Catatan : “MAHASEWA BAYARAN” itu tuduhan berat. Kita pisah dulu :
- Relevan tidak tuntutannya?
- Benar tidak tuduhan “bayaran”? Bedah kita fokus ke no.1 dulu biar adil.
I. BEDAH 4 TUNTUTAN: RELEVAN APA NGAWUR ?
Tuntutan Relevan Apa Tidak? Bedah Logika + Kenyataan.
- Pencabutan MBG : Relevan untuk dikritik, tapi “cabut total” kurang bijak. MBG = Makan Bergizi Gratis. Tujuan mulia : lawan stunting, anak pintar. Masalah di lapangan : dapur telat cair, menu basi, tender tidak beres. Jadi yang harusnya “perbaiki sistem MBG”, bukan “cabut”. Cabut = anak miskin yang sudah nikmat gizi jadi korban lagi. Kritik ke menteri + BPKP itu relevan.
- Pencabutan Koperasi Merah Putih Relevan kalau ada bukti diselewengkan, tapi konsepnya bagus. Koperasi Merah Putih = mau potong rantai tengkulak biar harga petani naik, harga rakyat turun. Masalah : kalau pengurusnya titipan parpol + tidak diaudit, pasti jadi “koperasi merah padam”. Jadi tuntutannya harus : “Audit terbuka + copot pengurus nakal”, bukan “bubarkan”. Bubarkan = balik lagi ke cengkeraman tengkulak.
- Perbaikan Ekonomi “Yang Bagaimana?”Ini inti. Tuntutan tanpa angka = angin. “Perbaikan ekonomi” itu kabur. Yang waras : Sebutkan. Misal :
- Turunkan pajak UMKM jadi 0.5%.
- Stop PHK massal dengan insentif upah.
- Sikat mafia impor beras/gula.
- Dana desa 100% masuk, tidak dipotong. Kalau cuma teriak “ekonomi pulih” tanpa resep, ya sama aja bohong.
- Turunkan Harga Sembako + BBM Relevan, tapi harus ngerti penyebabnya. Benar, rakyat teriak karena beras 16rb, minyak 20rb, BBM naik. Tapi juga benar : perang USA vs Iran bikin harga minyak dunia naik. Harga BBM itu 60% dipengaruhi harga minyak dunia + kurs dolar. Jadi tuntutan “turunkan sekarang juga” tanpa solusi = ngaco. Yang waras adalah :
- Subsidi tepat sasaran pakai data DTKS.
- Sikat mafia BBM subsidi yang dijual ke industri.
- Percepat B35, B40 biar tidak impor semua.
Rumusan lurus : Tuntutan mahasiswa itu 50% benar, 50% masih emosi. Tugas kita yang waras : ambil 50% benarnya, buang 50% emosinya.

II. KENAPA HARGA NAIK? BEDAH 3 RACUN GLOBAL + LOKAL :
- RACUN GLOBAL : PERANG USA VS IRAN Benar. Selat Hormuz itu “leher botol” minyak dunia. Kalau perang, harga minyak Brent bisa tembus 100 dolar/barrel. BBM kita impor 40%. Jadi mau tidak mau harga naik. Ini bukan salah Presiden saja. Ini hukum ekonomi global.
- RACUN LOKAL : MAFIA + DISTRIBUSI BOBROK Harga beras mahal bukan karena gagal panen saja. Tapi karena mafia impor + gudang ditimbun + tengkulak main harga. Ini PR dalam negeri yang bisa disikat kalau mau.
- RACUN KEBIJAKAN : SUBSIDI TIDAK TEPAT SASARAN Subsidi BBM 350 T, tapi 30% dinikmati orang kaya pakai Fortuner. MBG anggarannya gede, tapi bocor di jalan. Jadi masalahnya bukan “kurang duit”, tapi “duitnya bocor”.
III. SOLUSI WARAS : OBATNYA PAHIT TAPI MAMPU :
Kalau KITA tanya “yang bagaimana perbaikan ekonominya?”, ini resep 3 lapis :
- LAPIS JANGKA PENDEK : REDAMIN GEJOLAK…
- Operasi pasar + stabilisasi harga oleh Bulog. Jangan nunggu Lebaran baru gerak.
- Subsidi BBM pakai QR Code. Yang motor + angkot dapat, Alphard tidak dapat. Adil.
- Copot + hukum mafia pangan yang ketahuan numpuk barang.
- LAPIS JANGKA MENENGAH : PERBAIKI SISTEM…
- MBG : Ganti model “dapur pusat” jadi “dapur sekolah/RT”. Biar warga awasi langsung. Dana cair langsung ke rekening sekolah, tidak muter-muter.
- Koperasi Merah Putih : Wajib audit publik tiap 3 bulan. Pengurusnya orang desa, bukan orang partai. Untungnya balik ke anggota.
- LAPIS JANGKA PANJANG : BIKIN MANDIRI…
- Stop impor pangan kalau produksi dalam negeri cukup. Lindungi petani.
- Energi baru terbarukan : geothermal, surya, bayu. Biar tidak tergantung minyak impor kalau perang lagi.
- Hukum mati karakter buat koruptor dana pangan + energi. Itu sumber semua masalah.
IV. KESIMPULAN BEDAH KITA : VONIS FINAL..
- Tuntutan mahasiswa “relevan” kalau isinya kritik + data + solusi. “Tidak relevan” kalau isinya cuma maki + mau jatuhin pemerintah tanpa ganti yang lebih baik.
- Harga sembako + BBM naik itu 60% faktor global perang, 40% faktor mafia lokal + kebijakan. Jadi nyalahin 1 pihak saja itu tidak adil.
- Obat NKRI bukan “cabut semua program”. Obatnya “bersihkan program dari maling + perbaiki sistem”. Cabut MBG = bunuh anak stunting. Bubarkan Koperasi = serahkan rakyat ke tengkulak.
V. PENUTUP : Pesan penutup yang harus jadi kompas kita :
“Mahasiswa boleh teriak. Pemerintah wajib dengar. Tapi teriaknya pakai data, dengarnya pakai otak. Kalau dua-duanya pakai emosi, NKRI yang hancur.”
“Perang USA vs Iran tidak bisa kita stop. Tapi perang melawan mafia pangan di Bekasi, kita yang bisa stop.”
Saya Sbp setuju lebih baik ajak bedah, dari pada ribut “bayaran apa tidak”, lebih baik kita bedah : “solusinya apa biar rakyat tidak sengsara”.
Demikian… Salam hormat dan tetap semangat Sbp…dengan doa diskusi ini jadi lilin di tengah gelap.
JAS MERAH. RAKYAT SEJAHTERA = EKONOMI WARAS + HUKUM GALAK.
TUMPAS MAFIA PANGAN + TUMPAS KORUPTOR SAMPAI TUNTAS.
Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.






