Buruh Aksi di Gedung KPK Tuntut Bongkar Habis Korupsi di Kemenaker. Periksa Juga Dirjen, Wamenaker, dan Menaker. Ini Alasannya!

KN. Partai Buruh dan Koalisi Serikat Pekerja – Partai Buruh (KSP-PB) akan menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aksi ini sebagai bentuk sikap tegas kaum buruh dalam menuntut pembongkaran total kasus dugaan korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI).

KPK diketahui baru-baru ini melakukan penggeledahan di Kemnaker dan menetapkan delapan orang tersangka terkait dugaan korupsi dalam perencanaan penempatan tenaga kerja asing (TKA). KSP-PB menyatakan mendukung penuh penegakan hukum terhadap para pelaku korupsi, dan mendesak agar tidak hanya berhenti pada tersangka saat ini.

“KPK harus memeriksa seluruh pihak yang terlibat, termasuk pejabat tinggi seperti Dirjen, Wakil Menteri, hingga Menteri Ketenagakerjaan, baik yang saat ini menjabat maupun yang sebelumnya. Apakah mereka mengetahui praktik korup ini atau justru membiarkannya? Ini harus dibuka ke publik,” tegas Said Iqbal, Presiden Partai Buruh dan KSPI.

Said Iqbal juga menjelaskan bahwa praktik korupsi ini berpotensi terjadi di tiga titik rawan. Pertama, perencanaan penempatan TKA, termasuk proses perizinan tinggal dan izin kerja. Banyak dugaan bahwa izin ini dijadikan alat pungli untuk memeras TKA demi keuntungan pribadi.

Kedua, implementasi UU Cipta Kerja, yang memungkinkan TKA bekerja terlebih dahulu sebelum mengurus izin. “Ini menjadi celah abu-abu yang menguntungkan pihak tertentu, termasuk calo dan oknum birokrasi,” tambahnya.

Ketiga, masuknya unskilled worker, yang seharusnya dilarang bekerja di Indonesia, tetapi tetap lolos karena lemahnya pengawasan dan potensi penyalahgunaan wewenang.

Selain itu, Said Iqbal menekankan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi sudah mengamanatkan agar tenaga kerja Indonesia diutamakan, namun hingga kini belum ada peraturan turunan yang menguatkan hal tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Partai Buruh dan KSP-PB juga akan menggelar aksi nasional besar-besaran pada 10 Juni 2025 di lebih dari 300 kabupaten/kota. Untuk wilayah Jakarta, aksi akan digelar di DPR RI dan Istana Negara.

“Kami tidak akan tinggal diam. Korupsi di sektor ketenagakerjaan bukan hanya soal uang negara yang dikorup, tapi menyangkut masa depan buruh Indonesia. Sudah saatnya Kemenaker dibersihkan,” tutup Said Iqbal.

  • Related Posts

    Musuh Politik Besok Bukan dari Mimbar, Tapi dari Data (Rawat Kader, Hormati Konstitusi)  

    Pendahuluan Politik tidak pernah mengetuk pintu sambil bertanya “sudah mapan atau belum”. Ia datang tiba-tiba, lalu menelanjangi segala kepalsuan yang kita sembunyikan di balik spanduk dan seremoni. Dulu, mimbar adalah…

    Tindakan BPJN Aceh Menghentikan Penggunaan Jalan Enang-Enang Merupakan Bentuk Kesewenang-wenangan Pengurus Negara

    KN-BANDA ACEH, Beredar pemberitaan bahwa BPJN Aceh menghentikan penggunaan jalan Enang-Enang, alasannya karena ruas jalan belum layak digunakan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Menurut kami, pertama, langkah BPJN tersebut merupakan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *