Hamas-Hizbullah-Houthi Siap Luluh lantakkan Israel

KN. Kelompok militan bersenjata yang tergabung dalam ‘poros perlawanan’ buka suara soal serangan Iran ke Israel. Hal ini tertuang dari pernyataan bersama yang dirilis Rabu.

Dalam pernyataan bersama, milisi yang beranggotakan Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, serta beberapa kelompok di Irak dan Suriah, mengucapkan selamat atas serangan Iran ke Israel. Mereka menyebut aksi itu sebagai aksi heroik yang menjadi pembalasan atas serangan Israel ke Gaza dan Lebanon.

Secara khusus, Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, juga memuji aksi Iran. Ia menegaskan juga akan terus melancarkan serangan kepada Israel dan para sekutunya.

Hamas, kelompok militan yang didukung Iran di Gaza yang serangan mendadaknya ke Israel Oktober lalu memicu krisis, ikut mengapresiasi serangan Israel. Kelompok itu mengatakan bahwa serangan itu membalas pembunuhan Israel terhadap serangkaian komandan Hamas, Hizbullah, dan Iran selama beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, penasihat senior Counter-Extremism Project- sebuah lembaga pemikir dan kelompok advokasi transatlantik- Edmund Fitton-Brown, mengatakan sudah dapat diprediksi bahwa Houthi dan kelompok-kelompok lain akan membuat ancaman seperti itu.

Hizbullah, proksi Iran yang paling kuat dan fondasi koalisi, sedang terhuyung-huyung akibat kampanye pembunuhan Israel. Kelompok tersebut telah kehilangan hampir 500 pejuang sejak mulai menembaki Israel untuk mendukung sekutunya, Hamas, Oktober lalu dan kemudian terlibat dalam perang atrisi yang berkepanjangan.

Keguncangan besar kemudian melanda Hizbullah saat lebih dari seribu anggotanya terluka oleh pager dan walkie-talkie yang meledak. Serangan itu diduga merupakan hasil kerja Mossad, dinas intelijen luar negeri Israel.

Kemudian, pada Jumat lalu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hizbullah Hassan Nasrallah tewas dalam serangan bom Israel di wilayah kota Beirut. Ia tewas bersama Brigadir Jenderal Abbas Nilforoushan.

Iran sendiri berharap persenjataan roket besar milik Hizbullah dan puluhan ribu pejuangnya akan menghalangi Israel dari serangan besar terhadap Iran, yang mungkin menargetkan program nuklir Teheran.

Alia Brahimi, seorang pakar Timur Tengah di Atlantic Council, mengatakan bahwa strategi Iran selama puluhan tahun untuk membangun koalisi proksi yang selaras secara ideologis telah terbukti benar.

Sementara itu, Hizbullah pada Selasa mengatakan pihaknya menembaki markas besar badan intelijen Israel, Mossad, dan ke arah pangkalan udara di pinggiran kota Tel Aviv. Kelompok tersebut telah menggunakan rudal permukaan-ke-udara dan menembak jatuh atau mengejar pesawat nirawak Israel.pada beberapa kesempatan, termasuk pada pekan lalu.

Houthi menembakkan rudal balistik ke bandara utama Israel saat Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, tiba kembali dari New York, tempat ia berpidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Keesokan harinya, Israel melancarkan serangan terbesarnya terhadap kelompok itu, menyerang kota pelabuhan Hodeidah.

Ahmed Nagi, analis senior Yaman di Crisis Group, mengatakan bahwa sebelum perang di Gaza, kaum Houthi dipandang sebagai faksi marjinal di poros tersebut. Itu berubah ketika kelompok itu mulai menyerang kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden yang sedang menuju Terusan Suez.

  • Related Posts

    Mayoritas Kembali ke Polres, 1.848 Perwira Baru Disiapkan Perkuat Garda Terdepan Pelayanan Polri

    KN-Sukabumi – Sebanyak 1.848 Perwira Polri resmi dilantik dalam Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Polri Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 Tahun Anggaran…

    Impacts of the Iran-U.S. Conflict on Indonesia

    KN. The United States and Iran have resumed hostilities after several weeks of a ceasefire. House Commission I Deputy Chair Dave Laksono urged the Indonesian government to remain vigilant, particularly…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *