KN, Ditonton 18000 pasang mata yang memenuhi Stadion Manahan Solo Jawa Tengah, Indonesia dikeplak Filipina 0-1 lewat gol penalti akibat permainan sembrono pemain Persija Donny Tri Pamungkas. Akibat target minimal masuk semi-final gagal tergapai, wajar jika muncul desakan agar pelatih ShinTae Yong alias STY agar out alias dipecat saja oleh PSSI.
STY juga banyak salah pemain di AFF 2024 karena menurut kami ada beberapa pemain sepatutnya belum layak masuk Timnas atau perlu dilakukan seperti Arkhan Fikri, Mohammad Ferrari, Asnawi Mangkualam, Rayhan Hanan, Ronaldo Kwateh, Hokky Caraka, Daffa Tasya, Cahya Supriadi, Rafael Struick, Zanadin Faris bahkan Marselino Ferdinad sendiri yang dipertandingan melawan Laos terkena kartu merah akibat permainan brutalnya.
STY juga monoton gaya dan strategi permainan nya sehingga penampilan Timnas U 22 kurang sedap ditonton jika tidak mau dibilang “mbulet” permainan nya.
Tersingkirnya Indonesia setidaknya membawa pelajaran yaitu kualitas pemain Timnas yang bermain di Liga 1 masih dibawah standar, mungkin karena kurang menit bermain. Hanya Kadek Arek dan Victor Dethan cukup impresif jika bermain.
Pemain Timnas juga sering sembrono melakukan pelanggaran. Analisis mereka kurang tajam sehingga lambat dalam decision making khususnya di final third area lawan. Pemain juga lupa ada VAR dan permainan dipimipin wasit asing yang tidak suka melihat gaya main ala “tarkam”.
Pemain abroad Indonesia di Piala AFF kualitasnya juga ” 11-12″ dengan pemain lokal. Mungkin mereka sering jadi cadangan di klubnya. Apa layak dipanggil Timnas? (Red)
Foto: Shin Tae Yong, sumber foto: Wikipedia






