Lawan Laos saja ngos-ngosan, apalagi ketemu Vietnam dan Thailand

KN. “Rugi menonton dan mengecewakan”. Itulah kalimat yang paling cocok disampaikan atas penampilan Timnas U-22 yang mewakili rakyat Indonesia tampil di Piala AFF Mitsshubishi Electric 2024 setelah ditahan imbang Laos 3-3, padahal sebelumnya Laos dibantai Vietnam 1-4. Hasil ini menunjukkan jika Timnas U-22 bermain seperti kemarin malam, maka jangan berharap banyak menjadi juara, karena  tampil melawan Laos saja sudah ngos-ngosan, apalagi ketemu Vietnam 15 Desember 2024 di Hanoi, dan jika lolos semifinal mungkin ketemu jagoan Thailand yang tampil perkasa di grup A setelah “mengeplak” Timor Leste tanpa ampun 10-0.

Hasil imbang dengan Laos, harus dilihat sebagai “kekalahan” oleh PSSI ataupun Shin Tae Yong alias STY, dan tentunya mengecewakan kurang lebih 18.000 penonton di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Hasil ini disebabkan karena STY ternyata kurang cermat dalam memilih pemain karena beberapa pemain belum layak dilabeli pemain Timnas, karena di klubnya saja sering duduk di bangku cadangan.

Menurut Redaksi, ada beberapa pemain yang bermain out of best performance seperti Daffa Fasya dari Borneo FC, Kakang Rudianto dari Persib, Arkhan Fikri dari Arema FC, Hokky Caraka dan Zanadin Faris dari Persis Solo, Rayhan Hanan dari Persija, Ronaldo Kwateh dari Mouthong FC, Rafael Struik dari Brisbane Roar FC termasuk Marselino Ferdinand dari Oxford United. Marselino Ferdinan bahkan terkena kartu merah. Pemain yang dipuja-puja fans sejak menceploskan 2 gol ke gawang Arab Saudi ini ternyata gaya permainannya mudah emosional dan belum layak juga disebut dengan bintang.

Beberapa pemain yang patut diacungi jempol saat lawan Laos antara lain Mohammad Ferrari dari Persija, Kadel Arel dari Bali United, Donny Tri  Pamungks dari Persija, Victor Benjamin Dethan dari PSM Makassar serta Asnawi Mangkualam dari Port FC dan Pratama Arhan dari Suwon FC. Pantas Ferrari, Kadek Arel, Donny dan Dethan bermain bagus karena mereka mendapatkan menit bermain yang lumayan di klubnya selama berlaga di Liga 1 BRI. Oleh karena itu, ke depan pelatih klub Liga 1 perlu mengutamakan memainkan pemain Timnas mengarungi laga di BRI Liga 1, tokh kemampuan pemain Timnas dengan pemain sewaan atau pemain asing yang bermain di Liga 1 BRI juga beda-beda tipis saja kualitasnya.

  • Related Posts

    Perkuat Fisik Skuad Jelang Piala Dunia 2026, Nagelsmann Rekrut Pakar Performa Belgia

    KN-JERMAN, Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, terus merombak jajaran staf pelatihnya demi ambisi meraih gelar di Piala Dunia 2026. Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) resmi mengonfirmasi kedatangan Bram Geers, pakar…

    Estafet Prestasi KONI Aceh: Dari Tangan Dingin Mualem hingga Target PON 2028

    KN-BANDA ACEH, Momentum buka puasa bersama yang digelar KONI Aceh pada Minggu (8/3/2026) di GOR PABSI menjadi ajang refleksi atas meroketnya prestasi olahraga Serambi Mekkah. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M.…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *