KN-BANDA ACEH – Dalam upaya memperkuat garda keamanan dan penegakan hukum di Tanah Rencong, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh pada Kamis (9/7/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah strategis kedua instansi untuk mempererat kolaborasi dalam menjaga wilayah perbatasan dan mengawal regulasi kepabeanan.
Disambut Jajaran Petinggi Bea Cukai
Dalam kunjungan kerja tersebut, Kapolda Aceh tidak datang sendiri. Beliau didampingi langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh, sebuah sinyal kuat bahwa salah satu fokus utama pertemuan ini adalah pemberantasan barang haram di wilayah hukum Aceh.

Kedatangan rombongan Korps Bhayangkara ini disambut hangat oleh jajaran petinggi DJBC Aceh, di antaranya, Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, Kepala Bagian Umum Kanwil DJBC Aceh, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Aceh
Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Banda Aceh
Fokus Utama: Kolaborasi di Lapangan
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa silaturahmi ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan langkah nyata untuk menyelaraskan frekuensi kerja antara Kepolisian dan Bea Cukai sebagai mitra strategis.
“Silaturahmi ini dilaksanakan dalam rangka mempererat sinergitas dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh sebagai mitra strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum di wilayah Aceh,” ujar Joko.
Melalui pertemuan tatap muka ini, kedua lembaga berkomunikasi intens untuk memastikan beberapa poin krusial dapat berjalan lebih efektif di lapangan, antara lain:
Soliditas Koordinasi: Meningkatkan kecepatan komunikasi dan pertukaran informasi intelijen di lapangan.
Optimalisasi Pengawasan: Memperketat celah masuk barang ilegal melalui pengawasan bersama (joint surveillance) di bidang kepabeanan dan cukai.
Pemberantasan Narkotika: Mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan narkoba internasional yang kerap memanfaatkan jalur laut Aceh.
Kombes Pol. Joko Krisdiyanto optimistis, dengan komunikasi yang semakin sumbat-bebas dan hubungan yang solid, ruang gerak para pelaku kriminalitas lintas batas akan semakin mempersempit.
“Melalui koordinasi yang semakin kuat, diharapkan berbagai upaya penegakan hukum dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan optimal guna mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Provinsi Aceh,” pungkasnya.







