KN-Aceh Tamiang – Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pengumuman penyegaran struktur ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Presiden pada Selasa (2/6/2026).
Merespons keputusan strategis tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Aceh Tamiang, Suprianto, ST, menyatakan dukungan penuh dan mengapresiasi langkah tegas Presiden Prabowo.
Suprianto berharap nakhoda baru BGN, Nanik S Deyang, mampu membawa lembaga krusial ini bergerak lebih progresif.
“Kita mengapresiasi keputusan Pak Presiden Prabowo atas penyegaran di tubuh BGN. Sebab, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dikelola dengan maksimal,” ujar Suprianto saat dihubungi, Rabu (3/6/2026).
Komitmen Kawal Program Unggulan Nasional
Mantan Ketua DPRK Aceh Tamiang ini menekankan bahwa program MBG bukan sekadar program biasa, melainkan pilar utama yang dicanangkan Presiden Prabowo untuk mendongkrak kualitas kesehatan, menekan angka stunting, serta memperkuat fondasi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sejak dini.
Oleh karena itu, menurutnya, BGN membutuhkan figur pemimpin yang memiliki visi yang sefrekuensi dengan komitmen Presiden.
“Tentu orang-orang yang menduduki posisi di BGN harus benar-benar sejalan dan tahu betul tujuan dari program MBG,” cetus Suprianto.
Investasi Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih lanjut, Suprianto menilai program MBG memegang peran sangat strategis. Sasarannya pun mencakup elemen vital bangsa, mulai dari peningkatan gizi balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga peserta didik dari tingkat PAUD hingga pondok pesantren. Seluruh rantai ini merupakan investasi besar menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ia optimistis di bawah kepemimpinan Nanik S Deyang, BGN akan mampu melahirkan terobosan baru dan melakukan percepatan eksekusi di lapangan.
“Kami optimistis penyegaran di tubuh BGN akan semakin memperkuat Program MBG. Tujuan utamanya adalah menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegasnya.
Suprianto kembali menggarisbawahi bahwa perombakan ini menjadi sinyal kuat kepada publik mengenai keseriusan pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengawal keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program unggulan nasional yang tidak boleh gagal.







