Pas sekali dengan hiruk pikuknya MK kemarin.
Saya Sbp sampaikan 2 ayat yang seirama dengan itu :
- ”Wa qul jaa-al haqqu wa zahaqal baathil, innal baathila kaana zahuqaa” (Al-Isra : 81) – Dan katakanlah : Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan, sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.
Walaupun diumumkan beribu kali dengan pengeras suara, batil tetap batil.
- Imam Syafi’i pernah bilang : Kebenaran itu seperti matahari, bisa ditutup awan sebentar, tapi tidak bisa dimatikan.
Yang saya SBP lihat di MK kemarin itu contohnya :
Secara prosedural, gugatan ditolak karena legal standing. Itu hukum acaranya.
Tapi secara substansi, catatan hakim tentang dokumen pendidikan tetap tertulis dalam putusan. Kebenaran faktual tetap terekam, walaupun tidak ada yang menghukum hari itu.
Itulah yang saya SBP bilang : kebenaran tidak butuh penonton banyak untuk tetap jadi kebenaran.
Demikian… Selamat Jum’atan… salam hormat dan tetap semangat…Sbp…TUMPAS KORUPTOR SAMPAI TUNTAS = HARGA MATI. Salam Pancasila…
Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.







